Senin 19 Oct 2020 13:00 WIB

Al-Idrisi, Ilmuwan Muslim Pelopor Geografi Modern

Al-Idris merupakan pakar Geografi dan kartografer Amazigh yang mempelopori peta dunia

Rep: Mabruroh/ Red: Esthi Maharani
Globe
Foto: Antara/Aprillio Akbar
Globe

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Al-Idris memiliki nama lengkap Abu Abdullah Mohammed bin Mohammed 'Abdullah bin Idris al-Hammudi al-Hassani. Ia merupakan pakar Geografi dan kartografer Amazigh pada abad ke-12.

Al-idris lahir pada tahun 1100 di Ceuta, Maroko. Ia merupakan keturunan langsung Nabi Muhammad sehingga mendapatkan gelar asy-Sharif.

Ia tumbuh besar di Ceuta, tapi saat remaja ia mulai mengembara ke Kordoba, ibu kota Spanyol Islam untuk belajar. Al-Idris lulus sebagai mahasiswa kedokteran, ia juga seorang penyair dan seorang yang jenius dan selalu unggul di antara teman-temannya.

Al-Idris terus melanjutkan perjalanannya dan menelusuri kembali kawasan-kawasan penaklukan Islam. Para prajurit berkuda yang telah menyapu Mediterania menyebarkan keyakinan baru, telah bersumpah bahwa hanya gelombang laut di al-Maghreb (Barat) yang akan menghentikan kuda mereka.

 

Jiwa petualang Al-Idrisi setara dengan para pertualang itu. Al-Idris berlayar ke barat menuju Madeira di Portugal dan Kepulauan Canary di Spanyol. Ia menghentikan pengembarannya hanya karena luasnya Samudra Atlantik.

Dilansir About Islam, Senin (19/10) semangat belajar dan jiwa petualang Al-Idrisi membuatnya diundang oleh penguasa Norman di Sisilia, Roger II. Al-Idris diterima dengan penghargaan tinggi.

Al-Idrisi menemukan dalam diri Roger semangat yang sama dengan keingintahuan intelektual yang cocok dengan miliknya. Raja yang selama ini tidak pernah terpuaskan dengan geografi, meminta Al-Idris untuk membuat peta geografi bumi.

Sebelum kematian Roger pada tahun 1154, Al-Idrisi menyelesaikan sebuah konstruksi bola dunia dan peta berbentuk cakram yang dibuat dalam piringan besar dari perak padat. Peta tersebut dibuat al-Idrisi di bawah perlindungan Roger dalam Kitab Nuzhat al-Mushtaq fi Ilkhtiraq al-Afaq , kadang-kadang disebut Kitab ar-Rujari (Kitab Roger).

Pada 1592 manuskrip kitab tersebut muncul pertama kali di Eropa dalam edisi ringkasan yang dicetak di Roma. Ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada tahun 1619, tetapi belum diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris secara keseluruhan.

Al-Idrisi tetap tinggal di istana di Palermo setelah kematian Roger dan menulis risalah geografis lainnya, seperti Taman, Peradaban, dan Hiburan Jiwa .

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement