Tangisan Ulama Ini Membuat 600 Ribu Jamaah Diterima Hajinya

Selasa , 27 Oct 2020, 21:12 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Fakhruddin
Tangisan Ulama Ini Membuat 600 Ribu Jamaah Diterima Hajinya (ilustrasi).
Tangisan Ulama Ini Membuat 600 Ribu Jamaah Diterima Hajinya (ilustrasi).

IHRAM.CO.ID,JAKARTA -- Ali bin Muwaffaq Rah.a berkata, aku tidur sebentar di masjid Mina pada malam Arafah. Dalam tidurku aku bermimpi melihat dua malaikat turun dari langit dengan mengenakan pakaian yang serba hijau. Satu di antara nya bertanya kepada kawannya.

 

Terkait

"Pada tahun ini berapa orang yang menunaikan ibadah haji? Kawannya menjawab. "Aku tidak tahu." 

Maka yang bertanya itu menjawab sendiri. "Tahun ini ada 600 ribu orang yang menunaikan ibadah haji."

Kemudian ia bertanya lagi, "Tahukah Engkau, berapa orang di antara mereka yang hajinya diterima?" Kawannya menjawab, "Aku tidak tahu." Malaikat yang bertanya itu menjawab sendiri, "Di antara mereka hanya enam orang yang hajinya diterima."

Setelah berkata seperti itu, keduanya naik ke langit. Ibnu Muwaffaq berkata, karena terkejut oleh mimpi tersebut, maka ia terbangun dalam kondisi sedih memikirkan mimpi dan berpikir bagaimana ia bisa termasuk di dalam golongan enam orang yang hajinya diterima. Ketika pulang dari Arafah ia melihat jumlah jamaah haji yang begitu banyak.

"Aku berpikir di antara sekian banyak jamaah, hanya enam saja yang haji diterima," katanya.

Karena sedihnya memikirkan hal itu, ia tertidur di Muzdalifah. Dalam tidurnya  ia bermimpi kembali melihat dua malaikat tersebut. Keduanya saling bertanya jawab mengenai perkara sebagaimana disebutkan di atas.

Malaikat yang bertanya berkata. "Tahukah engkau, apakah keputusan Allah SWT. Terhadap mereka?"

Kawannya menjawab "Aku tidak tahu." Si penanya menjawab sendiri "Allah SWT memutuskan bahwa dengan wasilah setiap orang dari enam orang itu Allah SWT menerima hajinya 100 ribu orang." Ibnu Muwaffaq berkata, "ketika aku terbangun aku sangat gembira dengan hal itu."

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini