Turki Masuki Era Reformasi Ekonomi, Seperti Apa?

Ahad , 15 Nov 2020, 20:09 WIB Reporter :Anadolu/ Redaktur : Elba Damhuri
 Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berpidato di depan anggota parlemen partai yang berkuasa di parlemen, di Ankara, Turki, Rabu, 28 Oktober 2020.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berpidato di depan anggota parlemen partai yang berkuasa di parlemen, di Ankara, Turki, Rabu, 28 Oktober 2020.

IHRAM.CO.ID, ISTANBUL -- Turki memulai era baru reformasi di bidang ekonomi dan peradilan, kata Presiden Recep Tayyip Erdogan pada Jumat.

 

Terkait

"Kami memulai periode baru reformasi ekonomi dan peradilan di negara kami," kata Presiden Erdogan pada pertemuan Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) di provinsi Tekirdag.

Baca Juga

Presiden Turki mengatakan prioritas pemerintahnya adalah segera menurunkan angka inflasi menjadi satu digit, dan pemerintahnya meluncurkan "kampanye baru yang berfokus pada stabilitas, pertumbuhan, dan lapangan kerja".

Tanpa memberikan rincian, Erdogan menyinggung pihak yang mencoba mencampuri urusan Turki melalui pengawasan, aksi teror, kudeta, politik, dan kekacauan sosial juga telah menyerang ekonomi negaranya.

Lebih lanjut, dia menekankan perlunya memenuhi tujuan Turki 2023, dan mengatakan masyarakatnya sedang mengalami periode di mana nasib Partai AK [yang berkuasa] dan bangsa terintegrasi.

Vaksin Covid-19 harus bersifat universal

Kemudian pada hari yang sama, berbicara pada upacara peresmian Rumah Sakit Kota Tekirdag, barat laut Turki, Erdogan mendesak akses universal terhadap vaksin virus korona.

"Vaksin yang diproduksi harus menjadi milik bersama seluruh umat manusia, dan tidak boleh diserahkan untuk ambisi perusahaan demi keuntungan," kata Erdogan.

Presiden Turki mengecam tindakan "memalukan" oleh mereka yang mencari keuntungan dari situasi yang memprihatinkan seluruh dunia dan kehidupan jutaan orang.

Dia menyoroti bahwa Turki terus mengembangkan vaksin lokal di tengah peningkatan jumlah kasus dan pasien virus korona di seluruh dunia, serta kematian terkait penyakit tersebut.

Dari Rusia ke China, dan dari Inggris ke Jerman, termasuk dua ilmuwan Turki, kini dunia sedang mengerjakan pengembangan vaksin.

Erdogan menambahkan pihaknya terus bekerja dengan mereka.

Awal pekan ini, Turki memperluas pembatasan merokok di seluruh negeri termasuk jalan-jalan yang ramai dan tempat umum lainnya karena penyebaran virus korona yang masih belum terbendung.

Turki sejauh ini melaporkan hampir 408.000 kasus Covid-19, sementara lebih dari 348.800 pasien telah pulih dari penyakit yang telah merenggut 11.326 nyawa di negara itu.

Rumah Sakit Kota Tekirdag - dengan 124 klinik rawat jalan, 18 ruang operasi yang dilengkapi dengan teknologi terbaru, laboratorium dan fitur lainnya - adalah institusi perawatan kesehatan terintegrasi yang paling maju di kawasan ini, termasuk Yunani dan Bulgaria, tutur Erdogan.

Dibangun dengan konsep "gedung pintar" yang menawarkan sistem pemanas dan pendingin tiga generasi yang hemat biaya, gedung rumah sakit ini juga memiliki 651 isolator gempa, tukas dia.

BACA JUGA: Ini Kronologi Kasus Penarikan Cadar Muslimah Oleh "Ustadz" Versi Korban

sumber : Anadolu/Republika.co.id
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini