Yayasan Amal Zuber Susun Rencana Bangun Masjid Baru

Selasa , 24 Nov 2020, 13:43 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Muhammad Hafil
Yayasan Amal Zuber Susun Rencana Bangun Masjid Baru. Foto ilustrasi: Desain masjid baru yang akan dibangun di Jalan Blackburn, Bolton, Inggris
Yayasan Amal Zuber Susun Rencana Bangun Masjid Baru. Foto ilustrasi: Desain masjid baru yang akan dibangun di Jalan Blackburn, Bolton, Inggris

IHRAM.CO.ID, BLACKBURN -- Pendiri EG Group Mohsin dan Yayasan Amal Zuber telah mengirimkan rencana pembangunan gedung baru yang berfungsi sebagai masjid dengan kubah dan dua menara. Masjid ini rencananya dibangun di bekas sekolah balita dan sekolah pertama Westholme School, yang baru-baru ini dikosongkan di Blackburn, Australia.

 

Terkait

Skema yang ada mengharuskan penghancuran bangunan yang ada. Tempat ibadah untuk Muslim ini nantinya juga akan mencakup pusat komunitas untuk penggunaan semua agama dan latar belakang.

Baca Juga

Badan amal terdaftar milik Issa Foundation ini telah mengajukan permohonan perencanaan proyek di lingkungan Billinge dan Beardwood ke Dewan Kota Blackburn dan Dewan Darwen. Bangunan tersebut diketahui berada di persimpangan Preston New Road, Billinge End Road dan Buncer Lane.

Dilansir di Asian Image, Selasa (24/11), berdasarkan skema dan proposal yang ada, dua lembaga ini berusaha memelihara dan meningkatkan prinsip penggunaan komunitas di situs tersebut. Mereka juga ingin membangun kembali situs di lahan yang kosong dan menggunakannya kembali agar digunakan secara aktif demi kepentingan komunitas lokal.

Selain menyediakan fasilitas untuk shalat, pelatihan, pendidikan, kepedulian sosial dan integrasi masyarakat, mereka juga ingin membuat bangunan ikonik sekaligus tempat ibadah. Harapannya, kehadiran bangunan ini bisa mempromosikan interaksi antara Muslim dan non-Muslim, serta memberikan kontribusi positif terhadap agenda kohesi komunitas Blackburn.

“Fasilitas baru dan khususnya sebagai tempat ibadah, akan menyediakan posisi khusus untuk ibu dan anak. Semua fasilitas pengganti tempat ibadah dan community center akan terbuka untuk masyarakat setempat tanpa memandang keyakinan, warna kulit atau agamanya," tulis dua lembaga ini dalam proposalnya.

Mereka menyebut, pusat komunitas yang nantinya disediakan bagi komunitas lokal ini berfungsi sebagai titik pertemuan maupun acara lain untuk anggota dewan lokal, otoritas kesehatan, maupun fungsi lainnya.

Desain tempat ibadah akan menggunakan arsitektur Islam kontemporer. Jendela lengkung dan fenestrasi lengkap serta dua menara dan kubah akan menjadi pemandangan indah pada bangunan tersebut.

Anggota Dewan Phil Riley, menilai rencana pembangunan ini akan menghasilkan gedung yang sangat mengesankan, utamanya di salah satu gerbang utama menuju kota. Disisi lain, Juru Bicara Regenerasi Kelompok Konservatif Dewan, Anggota Dewan Paul Marrow, mengatakan rencana tersebut merupakan pemanfaatan lahan yang berpotensi baik dan perlu dipertimbangkan manfaatnya.

sumber : Asian Image
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini