Rabu 25 Nov 2020 11:22 WIB

Salah Satu Terdakwa Ledakan Beirut Terkait Hizbullah

Hakim mendakwa dua orang yang salah satunya diduga punya hubungan dengan Hizbullah

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Esthi Maharani
 Petugas pemadam kebakaran Lebanon mencoba memadamkan api di Pelabuhan Beirut, Lebanon, Kamis (10/9/2020). Kebakaran besar berkobar di pelabuhan Beirut, kurang dari sebulan setelah ledakan besar mengguncang fasilitas pelabuhan dan sekitarnya. Penyebab kebakaran belum diketahui.
Foto: EPA-EFE/WAEL HAMZEH
Petugas pemadam kebakaran Lebanon mencoba memadamkan api di Pelabuhan Beirut, Lebanon, Kamis (10/9/2020). Kebakaran besar berkobar di pelabuhan Beirut, kurang dari sebulan setelah ledakan besar mengguncang fasilitas pelabuhan dan sekitarnya. Penyebab kebakaran belum diketahui.

IHRAM.CO.ID, BEIRUT – Seorang hakim Lebanon pada Selasa mendakwa pejabat bea cukai dan mantan pejabat bea cukai termasuk yang diduga memiliki hubungan dengan Hizbullah. Mereka didakwa atas ledakan mematikan 4 Agustus lalu di Beirut, Libanon.

Berdasarkan laporan kantor berita nasional, keputusan tersebut membuat jumlah total tersangka yang didakwa menjadi 33, termasuk 25 orang yang ditahan dan dua lainnya. Anggota Dewan Bea Cukai Tinggi, Hani Hajj Shehadi dan Mantan Kepala Pelabuhan Beirut, Moussa Hazimeh didakwa sehubungan dengan ledakan tersebut.

Seorang hakim investigasi sekarang akan mendengarkan kesaksian mereka setelah sebelumnya memanggil mereka sebagai saksi dalam ledakan tersebut. Associated Press mengatakan Hazimeh dilaporkan menjadi orang penting bagi Hizbullah yang didukung Iran di Pelabuhan Beirut ketika hampir 3.000 ton pupuk disimpan di sana lebih dari enam tahun lalu.

Dilansir English Al-Arabiya, Rabu (25/11), selama bertahun-tahun, Hizbullah dituduh menggunakan Pelabuhan Beirut untuk menghindari pajak dan menyelundupkan barang masuk dan keluar Libanon. Sebanyak 2.750 ton amonium nitrat meledak pada 4 Agustus yang menewaskan lebih dari 200 orang. Selain itu, juga elukai ribuan orang dan menyebabkan kerusakan senilai miliaran dolar kebanyakan di lingkungan sekitar.

 

Namun, tidak ada pejabat pemerintah yang dimintai pertanggungjawaban atas ledakan mematikan tersebut. Meskipun beberapa dari mereka mengaku tahu tentang penyimpanan amonium nitrat.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement