News Maker: Richard Muljadi, Ketua KPK, hingga Edhy Prabowo

Kamis , 26 Nov 2020, 07:02 WIB Reporter :Karta Raharja Ucu/ Redaktur : Elba Damhuri
Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan.
Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah tokoh masyarakat dan anak konglomerat menjadi news maker atau pembuat verita utama selama 24 jam terakhir.

 

Terkait

Mereka adalah Richard Muljadi, Ketua KPK Firly Bahuri, dan Menteri KKP Edhy Prabowo.

Baca Juga

Danpuspomad Letjen Dodik Widjanarko menanggapi polemik pengawalan yang dilakukan personel Puspomad terhadap Richard Muljadi. Menurut dia, tidak ada yang salah dalam pengawalan itu, hanya gak bener.

Jawaban itu pun membuat berita dari Letjen Dodik menempati pemuncak berita terpopuler Republika.co.id pada Rabu (25/11). Selain kabar Richard Muljadi, ada juga berita Anies Baswedan dan penangkapan Menteri KKP, Edhy Prabowo.

Berikut top news maker di Republika.co.id pada Rabu, 25 November 2020:

1. Richard Muljadi:  Soal Kawal Richard Muljadi, Letjen Dodik: Tak Ada yang Salah

Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Danpuspomad), Letjen Dodik Widjanarko menganggap, tidak ada masalah dalam pengawalan personel Puspomad terhadap Richard Muljadi. "Sebenarnya tidak ada yang salah, cuma gak bener," kata Dodik dalam pesan yang dikirim ke Republika, Rabu (25/11).

Richard merupakan cucu seorang konglomerat di Indonesia, Kartini Muljadi. Menurut Dodik, personel Puspomad itu masih diselidiki keberadaannya. "Maaf sedang dicari," ucap mantan Inspektur Jenderal (Irjen) TNI tersebut.

Beberapa akun di Twitter menyebarkan foto tersebut yang banyak mendapat tanggapan negatif. Ada dua foto yang menunjukkan prajurit yang mengenakan seragam Puspomad lengkap memakai baret biru mengawal Richard sedang jalan santai di sebuah tempat wisata bertema alam. Dari informasi yang beredar, Richard sebelumnya dikawal mobil Pomad ketika menuju Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Baca berita selengkapnya di sini.

2. Ketua KPK: Ketua KPK Akui Salah Sebut Tahun Soal Buku Bacaan Anies

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengaku salah dalam menyebutkan tahun saat dia menyindir bacaan Anies Baswedan. Dalam sebuah unggahan foto, Gubernur DKI Jakarta itu membaca buku berjudul How Democracies Die.

Dalam sebuah pidato saat akan menyerahkan barang bukti ke Kejagung pada Selasa (24/11) komisaris jenderal polisi itu mengaku telah membaca buku karangan Daniel Ziblatt dan Steven Levitsky pada tahun 2012 lalu. Padahal, cetakan pertama buku tersebut baru terbit pada 16 Januari 2018.

"Kemarin saya lihat ada di media, Pak Anies membaca How Democracies Die. Bukunya ada itu sudah lama tahun 2002, saya sudah baca buku itu. Kalau ada yang baru baca sekarang, kayak baru bahwa itu sudah lama," kata Firli.

Yonif 744/Satya Yudha Bhakti yang bermarkas di Timor Timur, ini secara terang-terangan menunjukkan sikap konfrontatif dengan mengusulkan agar FPI dibubarkan saja.

Abituren Akademi Militer (Akmil) 1988 ini juga mengkritik pendiri FPI Habib Rizieq Shihab yang mengeluarkan kata-kata tidak pantas di acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat (Jakpus), Sabtu (14/11) malam WIB. Kegeraman Dudung terhadap FPI sangat jelas terlihat saat sesi konferensi pers usai gelar pasukan di Lapangan Monas, Jakpus, Jumat (20/11) pagi WIB.

Baca berita selengkapnya di sini.

3. Menteri Edhy Prabowo: KPK Tangkap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron membenarkan  tangkap tangan terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Tangkap tangan dilakukan tim satgas KPK pada Rabu (25/11) dini hari di Bandara Soekarno Hatta. 

 "Benar KPK tangkap, berkait ekspor Benur, tadi pagi jam 01.23 di Soeta. Ada beberapa dari KKP dan keluarga yang bersangkutan (Edhy Prabowo)," kata Ghufron kepada Republika.co.id, Rabu (25/11). 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini