Selasa 01 Dec 2020 14:38 WIB

Operasional Bandara Abdul Rachman Saleh Normal

Bandara Abdul Rachman Saleh melayani tiga penerbangan per hari.

Operasional Bandara Abdul Rachman Saleh Normal. Pesawat komersil bersiap untuk mendarat di Bandara Abdulrachman Saleh, Malang.
Foto: republika/prayogi
Operasional Bandara Abdul Rachman Saleh Normal. Pesawat komersil bersiap untuk mendarat di Bandara Abdulrachman Saleh, Malang.

IHRAM.CO.ID, MALANG -- Penerbangan di Bandara Abdul Rachman Saleh di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, tidak terpengaruh dengan peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Semeru dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bandar Udara Abdul Rachman Saleh, Suharno mengatakan operasional penerbangan di bandara tersebut tetap normal.

Baca Juga

"Bandara hingga saat ini tidak terdampak dan operasional normal," kata dia, Selasa (1/12).

Ia menjelaskan hingga saat ini Bandara Abdul Rachman Saleh Malang masih melayani tiga penerbangan per hari. Bandara saat ini masih melayani penerbangan domestik.

 

"Untuk penerbangan hari ini, ada tiga penerbangan," kata Suharno.

Bandara Abdul Rachman Saleh Kabupaten Malang terletak di barat laut dari gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut. Jarak antara bandara tersebut dengan Gunung Semeru kurang lebih 30 kilometer.

Aktivitas vulkanik Gunung Semeru tercatat mulai mengalami peningkatan pada Jumat (27/11). Saat itu, gunung tersebut memuntahkan guguran lava pijar mengarah ke wilayah Curah Kobokan 13 kali, dengan jarak luncur dari puncak sekitar 500-1.000 meter.

Pada Selasa ini, guguran lava pijar tercatat sejauh 3.000 meter dari puncak gunung dan menyebabkan ratusan warga yang tinggal di lereng Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur harus mengungsi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang mendirikan posko pengungsian dan dapur umum di lapangan Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, untuk menampung warga yang terdampak peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Semeru.

Status Gunung Semeru saat ini masih level II atau waspada dan masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas dalam radius empat kilometer dari puncak, khususnya sektor lereng selatan-tenggara yang menjadi jalur luncuran awan panas dan guguran lava.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement