Benang Merah Antara Ritual Haji dan Proses Menuju Kematian

Jumat , 18 Dec 2020, 06:52 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Terdapat benang merah antara haji dan kematian. Ilustrasi haji
Terdapat benang merah antara haji dan kematian. Ilustrasi haji

IHRAM.CO.ID,  JAKARTA— Jika direnungkan bahwa perjalanan ibadah haji merupakan gambaran kita menuju alam kubur setelah jasad terkujur kaku (mati). Karena jika sudah waktunya tiba keberangkatan maka calon jamaah haji akan meninggalkan semua yang dicintainya dan begitupun ketika mati.  

 

Terkait

Syekh Maulana Muhammad Zakariyya Al Kandahlawi, dalam kitabnya Fadilah Haji mengibaratkan bahwa gambaran orang yang mengantar jamaah haji ke stasiun atau ke bandara seperti halnya mengantarkan jenazah ke pemakaman. 

Baca Juga

Jamaah haji hanya membawa sedikit hartanya sebagai bekal dalam perjalanan, begitu juga jenazah membawa bekal untuk perjalanan yakni berupa amal shaleh yang dilakukannya di dunia.

Syekh Maulana Muhammad mengatakan, di antara teman perjalanan ada yang baik dengannya, sayang dengannya dan tidak menyusahkan. Ada pula teman yang buruk akhlaknya, tabiatnya yang selalu bertengkar dan menyusahkan dalam perjalanan. "Seperti inilah pemandangan-pemandangan yang akan dialami seseorang ketika dalam perjalanan akhirat," katanya.

Jadi gambaran yang akan menemaninya di dalam kubur adalah kawan yang akan bersamanya sampai akhir. Di antaranya adalah amal baik yang akan menyebabkan datangnya berbagai macam kesenangan dan kebahagiaan, dan amal yang buruk yang menyebabkan timbulnya berbagai macam penderitaan dan kesusahan.  

"Amal yang baik akan menemani tuannya di dalam kubur dalam bentuk seorang laki-laki yang sangat tampan dan amal yang buruk akan menemani tuannya di dalam kubur dalam bentuk yang buruk dan menakutkan serta busuk baunya," katanya. 

Syekh Maulana Muhammad Zakaria mengatakan di dalam kubur ini, kebahagiaan yang dia dapat semata-mata adalah karena amal baiknya yang telah dia kerjakan sebelum meninggal dunia. 

Sebagaimana kebahagiaan dan kesenangan yang dialami ketika dalam perjalanan haji karena harta, bekal, perlengkapan yang telah dia persiapkan sebelum pergi haji dengan cara yang halal.  

"Ya, ada sebagian orang yang sangat beruntung di dalam kubur karena ada saudaranya, kaum kerabatnya, dan temannya yang membaca Alquran atau bersedekah lalu menghadiahkan pahalanya kepadanya. Maka hadiah itu akan berguna baginya pada saat itu sangat memerlukannya," katanya.

Hal itu, kata Maulana Muhammad Zakariyya, sebagaimana seseorang yang sedang mengerjakan haji lalu saudaranya atau kerabatnya mengirim uang lewat rekening untuknya, maka hal itu akan menyebabkan orang yang berhaji merasa senang dan gembira. 

Kemudian, segala jenis bahaya, perampokan pencurian, pemeriksaan barang oleh petugas yang kasar kelakuannya, pemeriksaan paspor dan penimbangan barang yang dia alami dalam perjalanan haji semuanya itu mengingatkannya akan semua pemandangan di alam alam kubur  

"Yaitu, di dalam kubur akan ada pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir, akan ada ujian iman dan ular kalajengking dan ulat-ulat akan menyakitinya di dalam kubur dan catatan amalnya akan selalu bersamanya," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini