Jumat 25 Dec 2020 10:23 WIB

Pakistan Bukan Negara yang akan Normalisasi dengan Israel

Israel menyatakan negara yang akan normalisasi hubungan berada di Teluk.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Ani Nursalikah
Pakistan Bukan Negara yang akan Normalisasi dengan Israel. Bendera Israel dikibarkan warga.
Foto: Reuters
Pakistan Bukan Negara yang akan Normalisasi dengan Israel. Bendera Israel dikibarkan warga.

IHRAM.CO.ID, TEL AVIV -- Menteri Kerja Sama Regional Israel Ofir Akunis, menyatakan Pakistan bukan salah satu negara Muslim yang ingin dinormalisasi hubungannya. Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menjadi perantara pemulihan hubungan antara Israel dan Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan Maroko.

Melalui siaran Ynet TV, Rabu (23/12), Akunis menyatakan, ada dua negara lagi yang antre untuk menormalisasi hubungan dengan Israel sebelum Trump meninggalkan Gedung Putih bulan depan. Dia juga tidak menyebutkan pasti, hanya menyinggung salah satunya berada di Teluk, tetapi bukan Arab Saudi.

Baca Juga

Akunis menyatakan, negara itu berada lebih jauh ke timur dan negara Muslim yang tidak kecil. Namun, dia dengan tegas menyatakan itu bukan Pakistan. Awal pekan ini, Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi, mengatakan tidak dapat mengakui Israel sampai konflik Palestina-Israel diselesaikan.

“Saya dengan tegas mempresentasikan sikap Pakistan terhadap Israel kepada menteri luar negeri UEA [selama kunjungan ke UEA] kami tidak akan dan tidak dapat menjalin hubungan dengan Israel sampai solusi konkret dan permanen untuk masalah Palestina ditemukan," kata Qureshi, dikutip dari Aljazirah.

 

Pernyataan Qureshi datang beberapa hari setelah kunjungannya ke UEA yang dianggap penting oleh banyak orang di tengah desas-desus Pakistan diam-diam telah mengirim utusan ke Israel. Pakistan membantah laporan yang muncul di media Israel. 

https://www.aljazeera.com/news/2020/12/24/israel-says-pakistan-not-among-countries-to-normalise-ties-with

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement