Tiga Permintaan Syekh Bisyr Hafi Mau Menemani Rombongan Haji

Kamis , 28 Jan 2021, 15:31 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Fakhruddin
Tiga Permintaan Syekh Bisyr Hafi Mau Menemani Rombongan Haji (ilustrasi).
Tiga Permintaan Syekh Bisyr Hafi Mau Menemani Rombongan Haji (ilustrasi).

IHRAM.CO.ID,JAKARTA -- Suatu hari, serombongan jamaah datang berziarah kepada Syekh Bisyr Hafi Rah.a. Bisyr bertanya kepada salah satu amir rombongan itu. Syekh Bisyr merupakan ulama zuhud yang masyhur pada jamaannya. 

 

Terkait

"Siapakah kalian?" 

Mereka menjawab. "Kami datang dari Syam dan kami dalam perjalanan untuk melakukan haji," katanya.

Amir rombongan itu menceritakan bahwa mereka sengaja sehingga di tempat Bisyr untuk menziarahinya dan memberi salam.  Mendengar perkataan itu Bisyr tersanjung dan berdoa. "Semoga Allah SWT mengganjar kalian dengan pahala yang paling baik."

Amir rombongan berkata lagi bahwa kedatangannya ke tempat Bisyr telah menjadi hajatnya yang sesungguhnya agar Bisyr menyertai perjalanan haji bersama rombongan. "Sehingga kami mendapatkan rahmat dengan kehadiran engkau di tengah-tengah kami," katanya.

Bisyr tidak mau pergi bersama mereka. Namun, ketika mereka terus-menerus memintanya, akhirnya ia berkata, "Aku mau pergi bersama kalian dengan tiga syarat," katanya.

Pertama, jangan membawa perbekalan apa-apa dalam perjalanan ini. Kedua, tidak boleh meminta sesuatu kepada orang lain dalam perjalanan ini. Ketiga jika dalam perjalanan ada orang yang memberi hadiah kepada kita kita tidak boleh menerimanya." 

Mereka menjawab, "Kami bersedia untuk menerima dua syarat pertama bahwa kami tidak akan membawa bekal dan menahan diri dari meminta-minta kepada orang lain. Tetapi kami tidak bisa menolak sesuatu jika ada orang yang memberikannya kepada kami." 

Bisyr rah.a berkata. "Jika demikian, kalian berjalan dengan bergantung kepada perbekalan, bukan kepada Allah SWT. Jika syarat yang ketiga tidak diterima, maka aku tidak bisa menyertai kalian. Tinggalkan lah aku disini dan pergilah tanpa aku."

Kemudian ia berkata. "Orang miskin yang terbaik ada tiga macam: pertama mereka tidak meminta, dan jika mereka diberi tanpa meminta, ia enggan menerimanya. "Dialah orang yang bersifat wali," katanya.

Kedua, orang yang tidak meminta tetapi jika diberi sesuatu tanpa meminta ia menerimanya. Untuk orang ini, sebuah meja dihidangkan Allah SWT, Ketiga, orang yang jika benar-benar mempunyai keperluan, ia meminta kepada orang lain dan mengambilnya sedikit aja terbatas untuk memenuhi keperluannya. 

"Kejujuran mereka menghapuskan perbuatan mereka," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini