IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Mastuki menyampaikan, kesadaran masyarakat terhadap produk halal sebetulnya sudah muncul jauh sebelum pandemi terjadi. Menurut Mastuki, gaya hidup halal dilandasi oleh kesadaran halal dan pandemi memicu gaya hidup halal.
Mastuki mengatakan, pelaku usaha yang mengajukan sertifikasi halal secara sukarela sebenarnya dilandasi kesadaran halal itu. Di antara bentuknya adalah konsumen yang memilih membeli makanan halal, berbelanja produk halal, dan berekreasi ke destinasi yang ramah muslim.
"Semua itu bisa disebut gaya hidup halal yang dilandasi kesadaran yang muncul bahwa halal itu penting. Bukan saja karena perintah agama, tetapi juga karena halal itu baik, berguna bagi kehidupan," ujarnya kepada Republika.co.id, Senin (8/2).
Karena itu, Mastuki mengakui, pandemi memang menjadi pemicu munculnya kebutuhan dan peningkatan terhadap produk-produk halal. Menjaga imunitas tubuh, misalnya, memunculkan kesadaran akan pentingnya produk-produk makanan, minuman atau obat yang bukan saja aman, sehat, tetapi juga halal.
"Kebiasaan baru itu kemudian memunculkan 'gaya hidup' bersih, rapi, ramah lingkungan, peduli terhadap kesehatan dan sebagainya. Itu sesuai dengan prinsip gaya hidup halal," tuturnya.