Kereta Haramain Beroperasi Kembali Sebelum Ramadhan

Kamis , 11 Feb 2021, 07:29 WIB Redaktur : Muhammad Subarkah
Perrbaikan stasiun Kereta Api Kecepatan Tinggi Haramain di Jeddah
Perrbaikan stasiun Kereta Api Kecepatan Tinggi Haramain di Jeddah

IHRAM.CO.ID, JEDDAH - Menteri Perhubungan Arab Saudi Saleh Al-Jasser, mengumumkan  bahwa kontraktor akan menanggung biaya perbaikan stasiun Kereta Api Berkecepatan Tinggi Haramain di Jeddah, setelah kebakaran terjadi di stasiun tersebut pada Oktober 2019.

 

Terkait

Menteri mengatakan selama kunjungan ke stasiun di Jeddah bahwa kontraktor akan menyelesaikan perbaikan sebelum musim haji berikutnya. "Proses perbaikan di stasiun kereta Jeddah berjalan dengan kecepatan yang dipercepat,"  katanya seperti dilansir Saudi Gazette.

Di akun twitter resminya, menteri berkata, "Saya senang melihat pekerjaan yang sedang berjalan, dan kami akan terus menindaklanjuti proyek untuk memastikan penyelesaiannya pada standar keselamatan tertinggi."

Hitung mundur telah dimulai untuk dimulainya kembali layanan Kereta Kecepatan Tinggi Haramain antara Mekah dan Madinah melalui stasiun Bandara Jeddah dan Kota Ekonomi Raja Abdullah di Rabigh. Al-Jasser mencatat bahwa dimulainya kembali perjalanan akan dilakukan sebelum Ramadhan berikutnya. 

Seperti dietahui, berkat kereta api cepat Haramain perjalanan natar Nakkah dan Madinah kini tak ada kendala. Para jamaah haji dan umrah bisa memakai kerta api ini untuk bepergian antara Makkah dan Madinah.

Kereta Haramain High Speed Rail (HHR) akan melayani penumpang, dengan rute Makkah dan Madinah melalui tiga stasiun: Jeddah, King Abdul Aziz International Airport, dan King Abdullah Economic City di Rabigh.

Kereta cepat ini telah diluncurkan pada 2018. Kala itu dipergunakan pertama kalinya untuk melayani penumang, terutama para jamaah haji dan umroh. Selama ini waktu perjalanan antara Makkah dan Madinah yang berjarak 450 Km bisa memakan waktu 10 jam.

Kini jarak sepanjang itu hanya ditempuh  sekitar dua jam saja. Ini karena kereta melaju dengan kecepatan 300 kilometer per jam dan ada waktu tambahan sekitar 20 menit ketika berhenti di lima stasiunnya.

Kereta ini sangat canggih karena teknologinya  dirancang untuk menangani suhu hingga 50 derajat Celsius, suhu maksimum Arab Saudi,

Menurut Arab News, Kereta Cepat Haramain adalah bagian megaproyek dengan nilai SR 60 miliar (Rp 227 triliun), yang menjadikannya proyek kereta terbesar di Timur Tengah. Ditaksir kereta akan mengangkut 60 juta penumpang setiap tahun.

.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini