Aa Gym : Menjaga Kesehatan Fisik Bagian Istithaah Haji

Sabtu , 13 Feb 2021, 07:15 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Muhammad Hafil
 Aa Gym : Menjaga Kesehatan Fisik Bagian Istithaah. Foto:  Pimpinan Pondok Pesantren Darut Tauhid Bandung, KH Abdullah Gymnastiar di acara Ummat Fest 2019 di Makassar, Jumat (8/11)
Aa Gym : Menjaga Kesehatan Fisik Bagian Istithaah. Foto: Pimpinan Pondok Pesantren Darut Tauhid Bandung, KH Abdullah Gymnastiar di acara Ummat Fest 2019 di Makassar, Jumat (8/11)

IHRAM.CO.ID,JAKARTA -- Ulama kondang Indonesia, Abdullah Gymnastiar, atau biasa dipanggil Aa Gym, mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan fisik sebelum berangkat haji. Ia menyebut kesehatan merupakan nikmat besar kedua setelah iman.

 

Terkait

"Dalam melaksanakan haji ini ada istilah istithaah atau rambu-rambu. Muslim yang wajib berangkat melaksanakan haji adalah yang memiliki kemampuan, dalam hal materi dan kesehatan fisik," kata dia dalam Webinar Nasional PKHI (Pembinaan Kesehatan Haji Indonesia), Kamis (11/2).

Baca Juga

Aa Gym menyebut selama hidupnya, Nabi Muhammad SAW hanya pernah sakit dua kali. Dalam salah satu sunnah-Nya, ia mengingatkan agar selalu menjaga diri dan berusaha untuk sehat.

Dalam HR Muslim disebutkan, "Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada Mukmin yang lemah, dan pada keduanya ada kebaikan".

Ia juga menyebut iman yang kuat ditambah fisik yang mumpuni bisa membawa kebaikan lain, seperti mendatangkan ide-ide yang baik, kemampuan memecahkan masalah dan menjalankan ibadah dengan lebih siap. Semakin baik kondisi seseorang yang disertai iman yang kuat, maka akan semakin dicintai Allah SWT.

"Berusaha keras menjadi seorang Mukmin yang kuat adalah sebuah amal shaleh yang bisa membuat kita lebih dicintai Allah SWT," lanjut Aa Gym.

Lebih lanjut, ia menyebut kekuatan ini didasari pada kedisiplinan. Allah SWT memberikan kekuatan kepada seseorang lewat kedisiplinannya. Termasuk, salah satu contoh adalah kedisiplinan seseorang membaca Alquran membuat ia menjadi seorang tahfiz.

Agar mampu menjalankan ibadah haji dengan baik dan mendapat gelar mabrur, maka harus memiliki kekuatan lahir, batin dan akal. Semua ini bersumber dari kedisiplinan, melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan.

"Kita semua tahu harus rajin olahraga, jaga makan, istirahat, tapi masih banyak yang tidak melakukan. Padahal, penting sekali bagi kita untuk mendisiplinkan diri. Jika ingin sehat dan kuat, maka itu kuncinya," kata dia.

Ia lantas membagikan pengalamannya yang beberapa kali diberi kesempatan untuk berhaji, termasuk mendampingi jamaah. Selama pelaksanaan ibadah ini, jalan kaki merupakan kegiatan yang selalu ditemui. Dan saat-saat seperti ini akan membuktikan siapa yang mempersiapkan diri sehingga menjaga ketahanan tubuh dan yang sebaliknya.  

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini