Lawan Misinformasi, Oldham Gelar Edukasi Vaksin di Masjid

Jumat , 26 Feb 2021, 13:55 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Esthi Maharani
Vaksin Covid-19 (ilustrasi).
Vaksin Covid-19 (ilustrasi).

IHRAM.CO.ID, OLDHAM -- Kota Oldham, Inggris, akan menggelar sesi edukasi dan pelatihan terkait vaksin bagi tokoh-tokoh Muslim. Hal ini dilakukan setelah sebuah survei menemukan 50 persen komunitas Muslim menyatakan mereka tidak mau menerima vaksin Covid-19.

 

Terkait

Di sisi lain, Dewan Masjid Oldham (OMC) juga berusaha membantu proses sosialisasi dan mendesak anggota komunitas terkemuka untuk menghadiri lokakarya pendidikan vaksin ini.

Dilansir di BBC, Jumat (26/2), sebuah survei yang disampaikan bulan Desember 2020 lalu menemukan 28 persen Muslim di Oldham akan menerima vaksin, 22 persen tidak yakin, serta dan 50 persen sisanya akan menolak.

Anggota dewan OMC, Abdul Basit Shah, menyalahkan media sosial atas meningkatnya kecurigaan dan disinformasi seputar vaksin.

"OMC telah meminta ahli dan profesional, maupun orang-orang yang mengerti apa yang mereka bicarakan, untuk menjawab pertanyaan dan kekhawatiran akan vaksin Covid-19," kata dia.

Lokakarya yang digelar untuk para imam dan tokoh masyarakat terkemuka lainnya telah dimulai sejak tiga minggu lalu, di Pusat Islam Eropa, Oldham.

Kegiatan tersebut digelar dengan upaya meningkatkan kesadaran tentang vaksin, serta menjelaskan jika vaksin tersebut aman digunakan. Tak hanya itu, setelah menghadiri lokakarya, diharap dapat mendorong serta membangun kepercayaan orang sehingga lebih banyak pihak yang terlibat.

Kegiatan yang akan berlanjut selama dua minggu lagi ini dimulai dengan ceramah dari seorang ulama, dilanjutkan dengan presentasi dengan ahli, lantas diselesaikan dengan sesi tanya jawab.

"Kami mencoba membangun kepercayaan diri mereka, sehingga mereka kemudian pergi ke komunitas dan mengirimkan pesan itu ke kelompok maupun organisasi mereka," kata Shah.

Program lokakarya ini juga bertujuan untuk menjangkau para pemimpin perempuan dan melakukan beberapa sesi khusus untuk perempuan. Shah berkata, pihaknya perlu memastikan peluncuran kegiatan ini seimbang antara pria dan wanita.

"Ini tentang keadilan dan kesetaraan. Kami menyelenggarakan pelatihan ini di mana orang merasa nyaman," ujarnya.

Dewan OMC dan penyelenggara kegiatan akan menilai keberhasilan program dengan survei tindak lanjut dalam waktu beberapa minggu ke depan, serta dari angka penerimaan vaksin. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini