Pekerja Salon Hingga Gerai Makanan akan Diwajibkan Vaksinasi

Senin , 29 Mar 2021, 15:49 WIB Reporter :Dea Alvi Soraya/ Redaktur : Muhammad Hafil
Pekerja Salon Hingga Gerai Makanan akan Diwajibkan Vaksinasi. Foto: Vaksinasi (ilustrasi)
Pekerja Salon Hingga Gerai Makanan akan Diwajibkan Vaksinasi. Foto: Vaksinasi (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, JEDDAH—Mulai pertengahan Mei mendatang, seluruh pekerja pangkas rambut, restoran, kafe, dan gerai makanan diwajibkan melakukan vaksinasi, kata Kementerian Urusan Perumahan Kota dan Perdesaan, pekan lalu. Pekerja akan diminta untuk divaksinasi untuk melindungi kesehatan masyarakat dan mengekang penyebaran virus.

 

Terkait

Mereka yang tidak divaksinasi sebelum tenggat waktu yang ditentukan, harus memberikan hasil tes PCR negatif setiap tujuh hari sekali. Pada Selasa (23/3), Otoritas Umum Kementerian Olahraga dan Transportasi juga mengeluarkan arahan serupa. Kementerian Pariwisata juga mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa layanan prasmanan di restoran, tenda, dan aula akan dihentikan selama bulan suci Ramadhan.

Baca Juga

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan telah memperluas peluncuran vaksinasi dan meluncurkan lebih dari 500 pusat vaksinasi COVID-19 di seluruh wilayah Kerajaan. Untuk mendapatkan vaksin gratis, kementerian meminta warga untuk mendaftar di aplikasi Sehhaty dan kemudian membuat janji.

Lebih dari 3,6 juta dosis vaksin COVID-19 telah diberikan sejauh ini, yang setara dengan 1 dari 10 orang di Kerajaan. Pada hari Rabu, 466 kasus baru dilaporkan, yang berarti 386.300 orang di Arab Saudi telah tertular virus tersebut. Ada 4.205 kasus aktif, 627 di antaranya kritis, meningkat 10 kasus dalam 24 jam terakhir.

Riyadh melaporkan kasus terbanyak di 193. Provinsi Timur memiliki 102 kasus dan Makkah diikuti dengan 71. Al-Bahah memiliki jumlah kasus terendah dengan tiga kasus. Enam orang meninggal karena virus korona, meningkatkan jumlah kematian nasional menjadi 6.624. Ada 306 pasien yang sembuh, sehingga jumlah kesembuhan menjadi 375.471. Tingkat pemulihan Kerajaan telah menurun menjadi 97,2 persen.

sumber : Arab News
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini