Rabu 31 Mar 2021 10:53 WIB

Denmark Pertimbangkan Pulangkan Anak-Anak dari Kamp Suriah

Denmark memulangkan anak-anak para ekstrimis Denmark di Suriah

Rep: Zainur mahsir Ramadhan/ Red: Esthi Maharani
Kamp penahanan di Suriah
Foto: Middle East Eye
Kamp penahanan di Suriah

IHRAM.CO.ID, KOPENHAGEN — Pemerintah Denmark mengaku, saat ini pihaknya sedang mempertimbangkan untuk memulangkan anak-anak dari para ekstrimis Denmark di Suriah. Untuk mendukungnya, Kementerian Luar Negeri Denmark mengumumkan telah membentuk komisi yang mempelajari kemungkinan anak-anak kembali ke Denmark secepat mungkin.

“Situasi di kamp terus memburuk. Kondisi keamanan dan kesehatan buruk. Ini memengaruhi anak-anak, berbeda dengan orang tua mereka yang tidak bertanggung jawab atas situasi mereka saat ini,” kata kementerian itu dikutip Alarabiya, Rabu (31/3).

Hal serupa juga ditegaskan oleh Perdana Menteri Mette Frederiksen. Namun, dirinya menegaskan dalam beberapa hari terakhir bahwa orang tua dari anak-anak itu tidak akan dipulangkan.

“Kami masih berpendapat bahwa mereka yang meninggalkan Denmark tidak boleh dibantu oleh pemerintah Denmark, atau siapapun, untuk kembali ke Denmark,” katanya.

Lebih jauh, keprihatinan risiko radikalisasi diutarakan pemerintah jika anak-anak itu tetap berada di kamp yang kini dikuasai oleh orang Kurdi di Suriah. Pemerintah akan kembali menegaskan sikap lanjutannya pada 15 Mei mendatang. Khususnya, terhadap 19 anak asal negara Denmark yang berada di kamp al-Hol dan Roj di Suriah.

Namun demikian, Pemerintah Sosial Demokrat minoritas Denmark sampai kini tegas menentang pemulangan mereka. Tak hanya itu, sebuah jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan 49 persen orang Denmark menentang pemulangan anak-anak berusia satu hingga 14 tahun. Walaupun, mayoritas parlemen setuju mengubah posisinya karena situasi kemanusiaan.

Dikatakan pihak berwenang, saat ini ada sekitar 43 ribu orang asing yang ditahan di timur laut Suriah. Menurut Human Rights Watch dari jumlah tersebut 27.500 di antaranya adalah anak di bawah umur. Para pria, dijelaskan ditahan di penjara, dan wanita serta anak-anak ditahan di kamp-kamp.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement