India Sentuh Rekor 103.558 Infeksi Covid-19 dalam Sehari

Selasa , 06 Apr 2021, 00:21 WIB Redaktur : Dwi Murdaningsih
Seorang petugas kesehatan bersiap untuk memberikan vaksin COVID-19 kepada penerima di rumah sakit swasta di New Delhi, India, Sabtu, 13 Februari 2021.
Seorang petugas kesehatan bersiap untuk memberikan vaksin COVID-19 kepada penerima di rumah sakit swasta di New Delhi, India, Sabtu, 13 Februari 2021.

IHRAM.CO.ID, NEW DELHI -- India menyentuh rekor 103.558 infeksi COVID-19 pada Senin (5/4). India menjadi negara kedua setelah Amerika Serikat yang terdaftar lebih dari 100.000 kasus baru dalam sehari. Rumah sakit di negara bagian yang paling parah terdampak pandemi kewalahan.

 

Terkait

Infeksi harian di India melonjak sekitar 12 kali lipat sejak mencapai titik terendah pada awal Februari, ketika otoritas melonggarkan sebagian besar pembatasan COVID.Orang-orang tidak lagi menggunakan masker serta tidak mematuhi aturan menjaga jarak sosial.

Baca Juga

Menurut sejumlah ahli epidemiologi, varian virus lebih menular kemungkinan ikut berperan dalam lonjakan kasus. India kini mencatat 12,6 juta kasus, tertinggi ketiga setelah AS dan Brasil, menurut data Kementerian Kesehatan.

Secara global, India melaporkan jumlah infeksi COVID-19 terbanyak dalam sepekan terakhir. Kematian COVID-19 di India bertambah 478, masih menjadi salah satu tingkat kematian terendah di dunia, sehingga totalnya mencapai 165.101 orang.

Negara bagian yang paling parah terdampak pandemi, Maharashtra, mengonfirmasi 57.074 kasus dalam semalam. Maharashtra akan mulai menutup mal, bioskop, bar, restoran dan tempat ibadah pada Senin (5/4) malam.

Otoritas juga akan menerapkan penguncian total selama akhir pekan lantaran para ahli khawatir soal kelangkaan tempat tidur rumah sakit, terutama di kota-kota yang lebih kecil. Rekor India sebelumnya mencapai 97.894 kasus pada pertengahan September. Sejak saat itu, kasus COVID menurun tajam dan baru meningkat lagi akhir Februari saat ekonomi dibuka secara penuh dan mutan virus baru menyebar.

sumber : antara/reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini