Usai Direnovasi, Masjid Warisan Al-Atawlah Dibuka Kembali

Jumat , 16 Apr 2021, 12:02 WIB Reporter :Rossi Handayani/ Redaktur : Muhammad Hafil
Usai Direnovasi, Masjid Al-Atawlah Dibuka lagi.
Usai Direnovasi, Masjid Al-Atawlah Dibuka lagi.

IHRAM.CO.ID,RIYADH -- Warga desa Al-Atawlah menyambut gembira azan yang dikumandangkan dari menara Masjid Warisan Al-Atawlah, setelah masjid baru-baru ini dibuka untuk jamaah menyusul pemugaran dan rehabilitasi. Ini menjadi bagian proyek Pangeran Mohammad Bin Salman (MBS) untuk Renovasi Masjid Bersejarah di Kerajaan.

 

Terkait

 

Baca Juga

Dilansir dari laman Suadi Gazette pada Jumat (16/4), Masjid Al-Atawlah, hampir 30 kilometer sebelah utara kota Baha, dan terletak di episentrum desa warisan Al-Atawlah. Ini dianggap sebagai salah satu masjid tertua di wilayah tersebut, dan dahulu merupakan satu-satunya tempat shalat Jumat di daerah itu.

Masjid yang dibangun dari batu berbentuk tidak beraturan, dan atapnya terbuat dari batang pohon juniper ini menampung sekitar 130 jamaah. Ini menempati area seluas sekitar 300 meter persegi.  

Terdiri dari tempat ibadah dengan langit-langit berdiri di atas pilar kayu melingkar, halaman terbuka, tempat wudhu, tangki air, dan tangga luar ke atap tempat para muazin naik untuk azan. Masjid ini memiliki dua pintu masuk, satu di fasad timur dan satu lagi di fasad utara masjid.

Setelah selesai proses rehabilitasi, masjid kini terdiri dari tempat ibadah dan halaman terbuka, bak penampungan air, serta tempat berwudhu.

Seorang warga lanjut usia di desa Al-Atawla, Abdulaziz Al-Zahrani berbicara tentang sejarah masjid. Itu dibangun lebih dari 900 tahun yang lalu, dan ditinggalkan selama hampir 20 tahun, setelah masjid modern lainnya dibangun di desa tersebut.

Al-Zahrani menunjukkan bahwa di masa lalu, masjid digunakan untuk mengadakan pertemuan untuk mengajarkan Alquran dan Sunnah Nabi. Selain itu juga  tempat di mana penduduk biasa belajar membaca dan menulis. Dia memuji Proyek Renovasi pembangunan masjid bersejarah. 

Dia melanjutkan, rehabilitasi masjid dilakukan dengan cara kuno dalam hal konstruksi, desain, dan penataan ulang, serta pengembangan lahan dan tempat wudhu di dekatnya.

Al-Zahrani menegaskan, rehabilitasi masjid membawa kebahagiaan bagi masyarakat yang kini menunaikan shalat lima waktu di sana, sekaligus mengenang masa lalu di masjid ini. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini