Unilever Buka Pusat Penelitian Halal di Indonesia

Selasa , 27 Apr 2021, 17:36 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Esthi Maharani
Logo Halal
Logo Halal

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Produsen barang konsumen PT Unilever Indonesia mengumumkan akan membuka pusat penelitian global perusahaan untuk produk halal, awal April lalu. Pusat penelitian ini diberi nama "Muslim Center of Excellence".

 

Terkait

Presiden Direktur perusahaan, Ira Noviarti, mengatakan Muslim Center of Excellence yang berbasis di Indonesia ini akan menjadi referensi pasar global Unilever di 180 negara.

Dia menambahkan, perusahaan memilih Indonesia berdasarkan 87 tahun operasinya di negara Asia Tenggara. Selain itu, perusahaan disebut melihat pasar konsumen Muslim yang semakin menawan dan berkembang.

Direktur Rantai Pasokan Unilever Indonesia, Rizki Raksanugraha, mengatakan perusahaan raksasa fast-moving consumer goods atau FMCG ini juga akan menjalankan Pusat Kolaborasi Halal sebagai bagian dari pusat penelitian tersebut.

"Dalam operasionalnya, Halal Collaboration Hub akan bekerja sama dengan enam pusat penelitian Unilever secara global," kata Rizki dikutip di Salaam Gateway, Selasa (27/4).

Hub Kolaborasi Halal disebut akan bekerja dengan jaringan global Unilever dalam bidang teknologi dan inovasi. Selain itu mereka juga akan mengakses informasi dari pembuatan produk, pengembangan dan pengujian konsumen.

Rizki menyebut, melalui fasilitas ini Unilever MCOE diharapkan dapat membuat cetak biru yang bermanfaat bagi pasar muslim dan meningkatkan volume ekspor ke banyak negara.

Keberadaan pusat penelitian baru ini didukung oleh Komite Nasional Ekonomi Islam dan Keuangan (KNEKS) pemerintah. Komite ini merupakan badan pengawas untuk Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024 (MEKSI), yang merinci bagaimana mengembangkan sektor-sektor Islam di negara ini.

Direktur Industri Produk Halal KNEKS, Afdhal Aliasar, mengatakan pemerintah Indonesia mengharapkan lebih banyak penelitian tentang produk halal muncul di Indonesia.

Tak hanya itu, pengembangan alternatif bahan non-halal dan substitusi impor bahan baku juga diharap bisa dihadirkan untuk memperkuat nilai rantai halal Indonesia. KNEKS disebut akan mendukung Unilever dan perusahaan global lainnya yang berkontribusi pada pengembangan rantai nilai halal.

"KNEKS akan memberikan masukan untuk perkembangan industri sekaligus mendengarkan dan mendapatkan masukan tentang apa yang dibutuhkan pelaku industri," kata Afdhal.

Masukan tersebut kemudian akan diproses oleh KNEKS, sebagai masukan untuk rekomendasi kebijakan pembangunan ekonomi syariah pemerintah.

Unilever selanjutnya akan mempertahankan Dewan Penasihat Muslim internal sebagai koneksi ke jutaan Muslim di lapangan. Dewan tersebut terdiri dari perwakilan organisasi nasional seperti Dewan Masjid Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), serta Majelis Pembina Kesehatan Umum PP Muhammadiyah. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini