IHRAM.CO.ID, MALANG -- Asisten Rektor UMM Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, Pradana Boy terpilih menjadi perwakilan Indonesia di program Global Exchange of Religion in Society (GERIS). Dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini akan menjadi wakil dari golongan akademisi Indonesia.
Boy menjelaskan, keberadaan GERIS dilatarbelakangi dunia yang semakin tiada batas. Untuk menghadapi tantangan hidup yang semakin mengglobal, masyarakat dunia harus memiliki sikap tenggang rasa yang tinggi. "Namun kasus intoleransi selalu terjadi baik karena perbedaan ciri fisik, suku, maupun agama," katanya.
Berdasarkan hal tersebut, Media Diversity Institute melalui program GERIS mengumpulkan orang-orang dari latar belakang agama, pekerjaan, dan negara yang berbeda. Mereka akan menjadi agen dalam menyebarkan sikap toleransi.Tercatat sebanyak 60 orang dari tujuh negara akan bergabung di keanggotaan GERIS.
Menurut Boy, para anggota dari GERIS akan saling berbagi pengalaman praktis terkait toleransi maupun intoleransi di bidang dan negara asalnya. Selain itu GERIS akan meciptakan jaringan internasional antaranggotanya. "Harapannya, proyek ini akan membuka mata para anggota GERIS tentang situasi toleransi di dunia," ucap dia dalam pesan resmi yang diterima //Republika//, Ahad (23/5).
Berdasarkan konteks pengalaman di Indonesia, UMM sebagai lembaga pendidikan yang berlatar agama Islam telah melakukan toleransi yang sangat baik. Mahasiswa UMM tidak terbatas hanya pada orang yang beragama Islam. Kampus sangat berbuka terhadap program-program internasional sehingga sangat berguna untuk menumbuhkan rasa toleransi antarmahasiswa.
Sebelum terpilih menjadi anggota GERIS, Boy memang telah aktif mengikuti beberapa proyek internasional yang serupa. Pada 2007 Boy terpilih untuk mengikuti proyek Internasional Fellow sebagai salah satu perwakilan Indonesia. Proyek tersebut membahas mengenai perdamaian beragama dan toleransi antaragama.
Tahun lalu sampai sekarang, Boy juga masih menjadi koordinator negara Indonesia di proyek bernama Grease. Proyek ini berupa konsorsium dari belasan universitas di Asia dan Eropa yang membahas radikalisme globalisasi dan sekularisme.
Dengan keterlibatannya di GERIS, Boy akan semakin menambah wawasannya tentang toleransi agama di dunia internasional. Dia berharap generasi muda akan semakin terbuka pada toleransi beragama. Sebab, harapan bangsa ini ada di tangan mereka.
"Jangan sampai generasi muda nantinya berpikir sempit. Saya juga akan terus menyebarkan pandangan positif ini melalui media sosial dan channel YouTube Islam Aktual yang saya miliki,” ungkapnya.