Rabu 09 Jun 2021 06:06 WIB

Pusat Kebudayaan Islam Quebec Kecam Serangan Islamofobia

Muslim sebagai minoritas di Kanada itu harus tetap waspada

Rep: Andrian Saputra/ Red: Esthi Maharani
Lokasi penabrakan keluarga Muslim di London, Ontario, Kanada, 7 Juni 2021.
Foto: REUTERS/Carlos Osorio
Lokasi penabrakan keluarga Muslim di London, Ontario, Kanada, 7 Juni 2021.

IHRAM.CO.ID, ONTARIO -- Pendiri Pusat Kebudayaan Islam kota Quebec (ICCQC), Boufeldja Benabdallah merasa sedih dan berempati terhadap keluarga lima Muslim yang menjadi korban serangan pengemudi truk di London, Ontario, Kanada pada Ahad lalu. Ia mengatakan insiden itu mengingatkan bahwa Muslim sebagai minoritas di Kanada itu harus tetap waspada. "Ini menunjukkan bahwa kebencian masih ada dan itu adalah bencana," kata Benabdallah seperti dilansir Global News pada Rabu (9/6).

Diketahui seorang pria Kanada yaitu Nathaniel Veltman (20 tahun) dengan sengaja menabrak lima keluarga Muslim dengan sebuah truk. Empat orang meninggal dan satu orang selamat namun mengalami luka serius. Veltman pun ditangkap dengan  tuduhan pembunuhan tingkat pertama.

"Saya bisa merasakan apa yang keluarga korban rasakan. Saya merinding karena saya telah melihat tragedi dan kematian yang sangat kejam," kat Benabdallah.

Ia pun mengecam tindakan itu dan menegaskan kepada orang-orang yang mempunyai niat buruk terhadap Islam agar lebih baik berupaya mengenal lebih dekat dengan berkomunikasi.

 

"Pada yang masih memiliki kepahitan terhadap minoritas. Datang dan temui. Anda akan didengarkan dan mengetahui bahwa apa yang Anda yakini tentang kami adalah salah. Mereka adalah orang-orang seperti Anda," katanya.

Sementara itu Kepala Kepolisian London, Steve Williams mengatakan kerabat korban tidak berkenan merilis nama anggota keluarga yang meninggal karena insiden itu. Namun teridentifikasi yang meninggal adalah seorang wanita berusia 74 tahun, pria 46 tahun, wanita 44 tahun, dan gadis 15 tahun. Sedang yang selamat seorang anak laki-laki berusia 9 tahun yang kini dirawat di rumah sakit tengah dalam kondisi serius.

Serangan terhadap Muslim di Kanada pernah terjadi empat tahun lalu ketika seorang  pria bersenjata menyerang masjid Quebec pada 29 Januari 2017. Pria itu menembak mati enam Muslim dan melukai 19 orang lainnya. Insiden itu membuat pemerintah Kanada mendedikasikan 29 Januari sebagai hari untuk menghormati para korban serangan mematikan itu. Secara resmi dikenal sebagai Hari Peringatan Nasional Serangan Masjid Quebec dan Aksi Melawan Islamofobia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement