Abai Prokes Kasus Positif Covid Jakarta Bertambah 2.455

Sabtu , 12 Jun 2021, 23:03 WIB Reporter :Flori Sidebang / Redaktur : Muhammad Subarkah
Sejumlah pasien COVID-19 dengan kategori orang tanpa gejala (OTG) tiba di Graha Wisata Ragunan, Kebagusan, Jakarta Selatan, Sabtu (12/6/2021). Pemerintah Kota Jakarta Selatan memfungsikan kembali Graha Wisata Ragunan sebagai tempat isolasi warga terpapar COVID-19 kategori OTG dengan memiliki fasilitas 76 kamar yang mampu merawat pasien sebanyak kurang lebih 152 orang.
Sejumlah pasien COVID-19 dengan kategori orang tanpa gejala (OTG) tiba di Graha Wisata Ragunan, Kebagusan, Jakarta Selatan, Sabtu (12/6/2021). Pemerintah Kota Jakarta Selatan memfungsikan kembali Graha Wisata Ragunan sebagai tempat isolasi warga terpapar COVID-19 kategori OTG dengan memiliki fasilitas 76 kamar yang mampu merawat pasien sebanyak kurang lebih 152 orang.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Jumlah kasus penularan Covid-19 di DKI Jakarta kembali meningkat. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta sebanyak 2.455 kasus baru ditemukan pada Sabtu (12/6).

 

Terkait

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan, pihaknya melakukan pemeriksaan PCR terhadap 13.443 orang. Hasilnya, ditemukan 2.455 kasus baru. 

 

"Sebanyak 13.443 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru, dengan hasil 2.455 positif dan 10.988 negatif," kata Dwi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu.

 

Dia menuturkan, dalam seminggu terakhir, ada sebanyak 71.616 orang yang dites PCR. Kemudian, jumlah kasus aktif di Jakarta naik sejumlah 1.716 kasus. Sehingga kasus terkonfirmasi positif Covid-19 secara total di Jakarta hingga hari ini adalah 445.302 kasus.

 

"Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 422.121 dengan tingkat kesembuhan 94,8 persen," ujarnya. 

 

Sementara itu, sambung dia, total ada 7.557 orang meninggal dunia akibat virus corona dengan tingkat kematian 1,7 persen. Sedangkan jumlah orang yang masih menjalani perawatan atau isolasi mandiri sebanyak 15.624 orang. 

 

Dwi mengungkapkan, positivity rate atau persentase kasus positif dalam sepekan terakhir di Ibu Kota adalah 15,6 persen. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen. "Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu," ucap dia. 

 

Di sisi lain, dia menjelaskan, jumlah sasaran program vaksinasi Covid-19 tahap 1 dan dua yang mencakup tenaga kesehatan, lansia, dan pelayan publik mencapai 3.000.689 orang. Selain itu, dia menyebut, untuk Vaksinasi Gotong Royong, total di Jakarta saat ini sebanyak 37.376 orang.

 

Lebih lanjut, Dwi merinci, untuk tenaga kesehatan, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 135.728 orang atau mencapai 120,9 persen. Kemudian, vaksinasi dosis 2 mencakup 120.932 orang atau 107,7 persen.

 

 

Sedangkan, pada kelompok lansia, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 595.046 orang atau sebesar 65,3 persen dan vaksinasi dosis 2 mencakup 535.273 orang atau 58,7 persen. 

 

 

Lalu, pada kelompok pelayan publik, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 2.141.397 orang dengan capaian 108,3 persen dan vaksinasi dosis 2 mencakup 1.205.366 orang atau 61 persen.  

 

Akibat mudik lebaran dan Abai Prokes

 

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, ada beberapa penyebab terjadinya peningkatan kasus aktif Covid-19 di Ibu Kota. Salah satunya, kata dia, akibat mobilitas masyarakat saat mudik Lebaran, baik di dalam maupun luar kota. 

 

"Ada beberapa penyebab, diantaranya masih ada peningkatan mudik Lebaran kemarin dampak dari juga interaksi semakin tinggi, dalam dan luar kota, karena (penyekatan) sudah dibuka," kata Ariza di Jakarta, Jumat (11/6).

 

Selain itu, sambung Ariza, mobilitas masyarakat yang datang dari luar negeri juga terjadi peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. Namun, menurut dia, perilaku warga yang mulai abai terhadap penerapan protokol kesehatan pencegahan penularan virus corona juga menjadi salah satu penyebab melonjaknya kasus di Ibu Kota.  

 

"Tidak kalah penting sebagian masyarakat mulai kurang kontrol dan abai, mulai tidak hati-hati lagi, mungkin karena capek sudah setahun lebih (pandemi Covid-19)," ujarnya. 

 

Ariza juga menyebut, saat ini tingkat keterisian rumah sakit (RS) rujukan pasien Covid-19 di DKI Jakarta telah mencapai 65 persen. Dia menuturkan, hal ini merupakan imbas adanya peningkatan jumlah kasus penularan virus corona di Ibu Kota. 

 

"Perhatian bagi warga Jakarta beberapa hari ini ada peningkatan," ungkap dia. 

 

Ia menjelaskan, hingga Kamis (10/6), tingkat keterisian rumah sakit di Jakarta mencapai 4.276 tempat tidur. Lalu, tempat tidur di ruang ICU sebanyak 630 unit atau 58 persen sudah digunakan.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini