Kamis 17 Jun 2021 17:44 WIB

Warga Berharap Jembatan Srengseng Sawah-Depok Diperbaiki

Kondisi jembatan Srengseng Sawah-Depok dinilai sudah goyang dan lapuk.

Tali kawat jembatan gantung yang terikat pada pohon di kawasan Srengseng Sawah, Jakarta, Sabtu (12/6). Jembatan dengan kondisi tidak layak itu dapat membahayakan keselamatan warga karena hanya beralaskan bambu dan seng yang menjadi salah satu akses penghubung warga dari Kelapa Dua, Depok menuju Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Republika/Putra M. Akbar
Foto:

Senada dengan Abdul, Wawan warga Depok mengakui jembatan tersebut mempersingkat waktu yakni kurang dari lima menit, sedangkan apabila melalui jembatan yang baru, ia harus berputar dengan jarak sekitar 15-30 menit.

"Kalau bisa tolong diperbaiki, biar aman. Anak-anak banyak yang lewat di sini yang sekolah dari Depok ke Jakarta. Ini jalan paling utama bagi orang kerja juga," imbuhnya.

Untuk mencapai jembatan gantung itu, dapat diakses melalui Jalan Gardu dengan titik kenal melewati jalan turunan di seberang SD Negeri 15 Srengseng Sawah kemudian berbelok arah kanan dan melewati turunan gang sempit.

Jembatan gantung yang diperkirakan sudah dibangun sekitar tahun 1990 itu memiliki tali-tali besi yang diikatkan di balok beton dan di dua pohon yang berada di wilayah Srengseng Sawah.

Sedangkan di wilayah Depok, warga memanfaatkan sisi kanan dan kiri jembatan itu untuk menjemur pakaian.Jembatan tersebut memiliki kerangka besi yang di atasnya berupa papan atau lempeng dari besi dan potongan bambu yang beberapa bagiannya sudah ada yang rusak dan bolong karena keropos dan lapuk.

Sementara itu, di sisi kanan kirinya ada jaring yang juga sudah banyak yang rusak, sebagai pegangan orang yang akan melintasi jembatan gantung itu. Jembatan gantung itu hanya bisa dilewati pejalan kaki dan bisa berpapasan meski harus antre terlebih dahulu agar tidak kelebihan beban.Baik dari sisi Jakarta atau Depok, di jembatan gantung tersebut tidak terdapat tanda larangan melintas sehingga warga masih bebas berlalu-lalang di atasnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement