Arab Saudi Sita 14 Juta Pil Amfetamin

Senin , 28 Jun 2021, 22:51 WIB Reporter :Mabruroh/ Redaktur : Muhammad Hafil
Arab Saudi Sita 14 Juta Pil Amfetamin. Foto: Petugas menujukkan sampel urine untuk diuji narkoba. (ilustrasi)
Arab Saudi Sita 14 Juta Pil Amfetamin. Foto: Petugas menujukkan sampel urine untuk diuji narkoba. (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, RIYADH -- Direktorat Jenderal Pengendalian Narkotika Arab Saudi telah menggagalkan upaya penyelundupan 14 juta tablet amfetamin Captagon. Pil tersebut disembunyikan di dalam pengiriman pelat besi yang datang dari Lebanon.

 

Terkait

"Pengiriman disita dengan berkoordinasi dengan Otoritas Zakat dan Pajak dan bea cukai di pelabuhan Islam Jeddah," kata Al-Nujaidi, dilansir dari Alarabiya, Ahad (27/6).

Baca Juga

Al-Nujaidi menambahkan bahwa seorang warga ditangkap di wilayah Riyadh atas partisipasinya dalam upaya pelundupan tersebut.

Arab Saudi sebelumnya telah melarang impor buah dan sayuran Lebanon sejak April, setelah peningkatan penyelundupan narkoba dari Beirut. Langkah itu dilakukan setelah Bea Cukai Saudi menggagalkan upaya penyelundupan lebih dari 5 juta pil Captagon yang diisi di dalam buah yang diimpor dari Lebanon.

Captagon digunakan oleh para petarung dalam peperangan karena efek yang dimilikinya untuk melawan kelelahan. Ini adalah amfetamin yang telah banyak dibuat dan diekspor secara ilegal dari Lebanon.

Pejabat Libanon dengan cepat berjanji untuk berbuat lebih banyak untuk memerangi penyelundupan narkoba ke luar negeri, setelah Arab Saudi memerintahkan larangan semua produk impor dari Beirut.

"Masalahnya sangat serius, terutama jika itu berdampak negatif terhadap negara-negara Teluk lainnya yang dapat mengambil tindakan serupa atau ketat," kata juru bicara Menteri Pertanian Abbas Mortada.

Hubungan antara Beirut dan Riyadh telah memburuk dalam beberapa tahun terakhir, menyusul kebangkitan stabil Hizbullah dan peningkatan pengaruhnya terhadap negara dan lembaga-lembaganya. Hizbullah terus mendukung milisi Houthi Yaman, yang menyerang Arab Saudi dan warga sipil di dalam Kerajaan hampir setiap hari.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini