Persiapan Robot untuk Layani Jamaah Haji Terus Dimatangkan

Jumat , 16 Jul 2021, 18:18 WIB Reporter :Alkhaledi Kurnialam/ Redaktur : Esthi Maharani
Robot digunakan untuk membagikan air zamzam pada jamaah di Masjidil Haram, Makkah. Robot dipakai untuk menerapkan aturan jaga jarak selama pandemi Covid-19.
Robot digunakan untuk membagikan air zamzam pada jamaah di Masjidil Haram, Makkah. Robot dipakai untuk menerapkan aturan jaga jarak selama pandemi Covid-19.

IHRAM.CO.ID, MEKKAH -- Beberapa hari menjelang haji, Arab Saudi mengaku telah siap untuk menyediakan jasa pelayanan haji dengan metode canggih tahun ini. Kerajaan mengandalkan robot untuk membantu jamaah terkait fatwa, bimbingan dan layanan lain untuk menjaga kesehatan jamaah.

 

Terkait

Dilansir dari Abiut Islam, setelah memperkenalkan robot untuk mendistribusikan air Zamzam, Kepresidenan Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci telah mengintensifkan penggunaan kecerdasan buatan (AI) di Masjidil Haram. Robot-robot ini juga akan digunakan untuk sterilisasi dan pengendalian epidemi.

Asisten direktur urusan teknis dan layanan, Mansour Al-Mansoori mengatakan AI digunakan dalam mengoperasikan robot di dalam Masjidil Haram sesuai dengan peta yang diprogram melalui Google Map. Layanan akan mencakup semua bagian masjid, termasuk halaman Mataf, Al-Masaa, dan segala fasilitasnya.

Inovasi ini datang sebagai bagian dari rencana pengembangan komprehensif Kerajaan 2024 untuk menggunakan teknologi modern dalam pelayanan di dua Masjid Suci.

Sebagai bagian dari persiapan akhir haji, Kepresidenan telah mengatur ulang jalur khusus untuk melakukan tawaf, otoritas haji juga menempatkan stiker lantai jarak fisik baru pada mataf. Kepresidenan, yang diwakili oleh Departemen Umum Kerumunan dan Pengelompokan, telah menyelesaikan pekerjaan menghapus stiker lama dan menempatkan yang baru untuk memfasilitasi pergerakan jemaah selama mengelilingi mereka.Direktur Departemen Umum Kerumunan dan Pengelompokan di Masjidil Haram, Osama Al-Hujaili mengatakan stiker itu dipasang untuk memfasilitasi pergerakan jamaah dan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan jamaah.

Arab Saudi akan menjadi tuan rumah haji kecil lainnya dengan hanya penduduk yang divaksinasi penuh terhadap virus corona yang diizinkan dan jamaah Muslim di luar negeri masih dilarang untuk melakukan haji. Kerajaan berusaha untuk mengulangi kesuksesan tahun lalu dalam menggelar umroh.

Kegiatan ini memungkinkan 60.000 penduduk Arab Saudi untuk berpartisipasi, lebih tinggi dari pada tahun 2020 tetapi secara drastis lebih rendah dari pada waktu normal.  Orang-orang akan mulai berdatangan pada hari Sabtu, sehari sebelum dimulainya ibadah.

Dipilih dari lebih dari 558.000 pelamar melalui sistem pemeriksaan online, ibadah ini terbatas pada mereka yang telah divaksinasi penuh dan berusia 18-65 tahun tanpa penyakit kesehatan kronis.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini