Saudi Manfaatkan Teknologi Pintar Tingkatkan Layanan Haji

Kamis , 22 Jul 2021, 17:22 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Esthi Maharani
Kartu pintar untuk jamaah haji
Kartu pintar untuk jamaah haji

IHRAM.CO.ID, MINA -- Ibrahim Siyam membutuhkan waktu tujuh jam untuk menemukan anak-anaknya yang tersesat dalam keramaian. Kejadian ini berlangsung selama pelaksanaan haji sekitar 30 tahun yang lalu.

 

Terkait

Namun, kejadian yang sama kecil kemungkinan terulang dengan adanya penggunaan kartu pintar, yang baru saja dirilis Arab Saudi. Kartu ini disebut berisi data jamaah haji secara lengkap.

Dilansir di Saudi Gazette, Kamis (22/7), Kementerian Haji dan Umrah Saudi memperkenalkan keberadaan kartu pintar haji dan gelang pintar haji untuk pertama kalinya pada pelaksanaan haji tahun ini.

Kartu pintar ini terhubung dengan semua layanan yang diberikan kepada para peziarah, seperti akses ke hotel di Makkah dan tenda di tempat-tempat suci, serta penggunaan sarana transportasi.

Siyam, yang berusia 64 tahun, menyebut ia memanfaatkan keberadaan kartu pintar dalam semua gerakannya. Mulai dari saat naik bus, memasuki Masjidil Haram, serta mencapai kamp dan tempat tidur.

"Penggunaan sarana teknologi penting untuk mengikuti perkembangan dan kebutuhan era baru,” kata Siyam yang datang dari Dammam ke Makkah.

Jamaah lainnya yang berasal dari Jeddah, Ahmed, menyebut sebelum adanya kartu kali ini, semuanya benar-benar berbeda. Ia beberapa kali pernah ketinggalan informasi dan terlambat melaksanakan shalat berjamaah.

"Saya baru pertama kali mendaftar haji daring. Semuanya berjalan lancar karena saya berhasil menyelesaikan semua prosedur, termasuk penyerahan dokumen, penerimaan informasi, pembayaran tunai dan pencetakan tanpa kontak manusia," ujarnya.

Dalam sebuah pidato yang disiarkan televisi, Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman menegaskan sistem haji digital bertujuan untuk mengurangi kader manusia, dalam mengelola kerumunan dan mengatur haji. Hal ini dilakukan untuk memastikan keselamatan jamaah dan mereka yang melayani mereka.

Wakil Menteri Haji, Amr Al-Maddah, mengatakan peluncuran kartu tersebut sekaligus tanda untuk menetapkan fase digital, di mana semua transaksi akan dikelola secara cerdas dan tanpa kontak manusia.

Dia juga menunjukkan ke depannya, kartu ini akan berfungsi sebagai dompet keuangan elektronik. Dengan kemungkinan ini, otoritas berusaha menghilangkan kebutuhan jamaah dalam membawa uang tunai.

Kartu tersebut dapat digunakan untuk pembayaran di kios-kios, memandu peziarah yang tersasar agar kembali ke kamp mereka, serta mengatur akses ke kamp dan waktu pengelompokan maupun transportasi.

Otoritas berusaha memfasilitasi pergerakan jamaah haji dari dan ke Makkah dan mengurangi waktu tunggu bus yang mengangkut mereka.

Kartu pintar ini berisikan data pribadi dan kesehatan dasar peziarah, nomor registrasi, tempat tinggal selama di Makkah dan tempat-tempat suci, sekaligus nama dan nomor telepon penyelenggara perjalanannya.

Tak hanya itu, inovasi terbaru tersebut dilengkapi dengan barcode (kode batang) yang dapat dibaca secara elektronik. Kartu tersebut memiliki warna kuning, hijau, merah dan biru. Pihak berwenang menggambar alur wakaf sesuai dengan warna yang sama sebagai alat untuk memandu para peziarah.

Selama di pos pemeriksaan di Makkah, petugas keamanan akan menaiki bus dan menggunakan pemindai untuk memverifikasi data jamaah yang tercatat di kartu pintar mereka.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini