Jejak Perjuangan KH Noer Alie (I)

Rabu , 28 Jul 2021, 21:05 WIB Redaktur : Agung Sasongko
Menziarahi makam KH Noer Ali, di Pondok Pesantren Attaqwa Putri, Kampung Ujung Harapan, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Sabtu (17/4).
Menziarahi makam KH Noer Ali, di Pondok Pesantren Attaqwa Putri, Kampung Ujung Harapan, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Sabtu (17/4).

IHRAM.CO.ID,  KH Noer Alie lahir di Bekasi pada 15 Juli 1914. Noer Alie lahir dari keluarga rakyat biasa di Ujung Malang (kini bernama Ujung Harapan), Bekasi. Ayahnya, H Anwar bin Layu, bekerja sebagai petani. Sementara itu, ibunya diketahui bernama Hj Maemunah. Meskipun secara ekonomi hidup sederhana, semangatnya begitu besar untuk mendalami ilmuilmu agama.

 

Terkait

Sejak berusia delapan tahun, dia mulai belajar mengaji pada Guru Maksum di Kampung Bulak. Tiga tahun kemudian, dia menjadi murid Guru Mughni. Dari kiai yang mengajar di kampung halamannya ini, dia memperoleh bekal ilmu tata bahasa Arab, tauhid, dan fikih.

Baca Juga

Ketekunannya semakin menebal. Memasuki usia remaja, Noer Alie berangkat ke Kampung Cipinang Muara, Klender (Jakarta), untuk menimba ilmu dari Guru Marzuqi. Kelak, belasan muridnya menjadi alim ulama Betawi terkemuka, sekaligus tentunya sahabat karib Noer Ali.

Kemampuan akademis putra daerah Bekasi ini ternyata menarik perhatian Guru Marzuqi. Bahkan, pada akhirnya dia diperbolehkan menjadi pengajar bila sewaktu-waktu Guru Marzuqi berhalangan hadir.