MWL: Barat Mulai tak Menilai Islam Dengan Satu Perspektif

Rabu , 04 Aug 2021, 13:07 WIB Reporter :Alkhaledi Kurnialam/ Redaktur : Esthi Maharani
Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim Mohammed al-Issa.
Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim Mohammed al-Issa.

IHRAM.CO.ID, RIYADH -- Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia Sheikh Muhammad Al-Issa mengatakan sebagian masyarakat Barat menyadari bahwa Islam adalah agama damai dan tidak pernah memaksakan agama pada siapa pun.

 

Terkait

“Ada yang tidak menilai Islam dengan satu perspektif tetapi hanya melalui penelitian dan kajian mendalam,” ujar Sheikh Al Issa yang membuat pernyataan saat menjawab pertanyaan di MBC Television Channel dilansir dari Saudi Gazette, Selasa (3/8).

Dalam acara tersebut, Ketua MWL ditanya terkait dunia Barat yang memusuhi agama Islam, dan menilainya dari satu perspektif, sementara beberapa yang lain bertanya tentang alasan keadaan kecemasan yang dialami oleh masyarakat non-Muslim.  

“Ada bagian yang berbeda di antara orang-orang Barat.  Salah satu di antara segmen ini menilai Islam melalui penelitian dan studi mendalam, dan bagian ini menyadari bahwa Islam adalah agama damai dan bahwa Islam tidak pernah memaksakan agama pada siapa pun,”katanya.

“Dia mengamati bahwa konsep ini datang melalui survei dan studi mendalam, dan bagian ini mengetahui bahwa aturan tidak ada paksaan dalam agama telah diterapkan secara ketat oleh Islam moderat,”tambahnya.

Dia juga menekankan tentang pentingnya menyebarkan citra sejati agama Islam di Barat, dan setiap muslim bertanggung jawab untuk menyampaikannya. Syekh juga menekankan bahwa mengklarifikasi kebenaran agama Islam terutama merupakan tanggung jawab para pemeluk Islam, dan  respon harus efektif, dengan dampak yang nyata.

Dia menekankan bahwa MWL berfokus pada proyek peluncuran inisiatif dan program proaktif untuk mempromosikan integrasi positif di Barat dan negara-negara lain.  Dokumen Makkah datang dalam konteks ini berasal dari konsep utama persaudaraan dan hidup berdampingan secara damai, dan Nabi Muhammad (saw) menerapkan ini atas nama Islam dan Muslim, dengan pengikut dari semua kelompok agama dan etnis yang beragam pada waktu itu.

Syekh Al-Issa menjelaskan pihaknya sedang menjalankan sebuah proyek besar yang bertujuan untuk menghadirkan kembali Islam kepada orang lain dengan cara yang jelas, dengan nilai-nilai abadi yang didasarkan pada perdamaian, moderasi, dan koeksistensi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini