Jalan Lurus Menuju Surga Allah

Senin , 23 Aug 2021, 14:33 WIB Reporter :Meiliza Laveda/ Redaktur : Esthi Maharani
Ilustrasi Surga
Ilustrasi Surga

IHRAM.CO.ID, JAKARTA – Ada banyak jalan menuju surga Allah. Hal tersebut tercantum dalam Alquran. Salah satunya surat Al-Ma'idah ayat 15-16:

 

Terkait

يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ قَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيْرًا مِّمَّا كُنْتُمْ تُخْفُوْنَ مِنَ الْكِتٰبِ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍەۗ قَدْ جَاۤءَكُمْ مِّنَ اللّٰهِ نُوْرٌ وَّكِتٰبٌ مُّبِيْنٌۙ

يَّهْدِيْ بِهِ اللّٰهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهٗ سُبُلَ السَّلٰمِ وَيُخْرِجُهُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ بِاِذْنِهٖ وَيَهْدِيْهِمْ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ

“Wahai Ahli Kitab! Sungguh, Rasul Kami telah datang kepadamu, menjelaskan kepadamu banyak hal dari (isi) kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula) yang dibiarkannya. Sungguh, telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menjelaskan.

Dengan Kitab itulah Allah memberi petunjuk kepada orang yang mengikuti keridaan-Nya ke berbagai jalan (subul) keselamatan, dan (dengan Kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang itu dari gelap gulita kepada cahaya dengan izin-Nya, dan menunjukkan ke jalan yang lurus.”

Ibnul Qayyim al-Jauziyyah mengatakan dalam bukunya Surga yang Allah Janjikan yang dimaksud dengan subul (banyak jalan) adalah beragam jalan yang mengerucut pada satu jalan. Perumpamaannya seperti beragam gang menuju suatu jalan besar. Semua itu adalah cabang-cabang iman yang menyatu dalam satu iman. Ibarat cabang-cabang pohon dalam satu kesatuan pohon. Beragam jalan tersebut aalah tanggapan positif terhadap panggilan Allah dengan cara mempercayai kabar dari-Nya dan mentaati perintah-Nya.

Bukhari meriwayatkan dari Jabir yang mengatakan suatu hari, para malaikat mendatangi Rasulullah. Salah satunya mengatakan “Nabi sedang tidur.” Sementara malaikat yang  lain mengatakan “Matanya tidur tapi hatinya terjaga.” Yang lain menukas “Sahabat kalian ini punya perumpamaan. Buatlah perumpamaan untuknya.” Mereka mengatakan “Perumpamaannya seperti orang yang bangun rumah dan mengadakan pesta. Dia mengundang orang-orang untuk hadir. Orang yang menyambut undangan itu akan masuk ke dalam rumah dan menikmati hidangan pesta. Orang yang tak menyambutnya takkan masuk rumah dan takkan makan hidangan pesta.”

Mereka berkata “Takwilkanlah agar lebih mudah dipahami.” Salah satunya mengatakan “Mata tidur tapi hati terjaga. Yang dimaksud dengan rumah adalah surga dan yang dimaksud pengundang adalah Rasulullah. Barangsiapa yang mentaati Nabi Muhammad maka dia mentaati Allah. Orang yang mengingkari Nabi Muhammad berarti dia mengingkari Allah meskipun Muhammad hanya manusia biasa.”

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini