Ribuan Masyarakat Bangladesh Mendaftar Umrah

Kamis , 26 Aug 2021, 14:59 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Esthi Maharani
Umroh masa pandemi
Umroh masa pandemi

IHRAM.CO.ID, DHAKA -- Arab Saudi telah mengumumkan mulai menerima jamaah dari luar negeri. Menyusul hal tersebut, berbagai lembaga haji di Bangladesh mulai menerima pendaftaran bagi masyarakat yang berminat.

 

Terkait

Menurut Asosiasi Agen Haji Bangladesh (HAAB), ribuan masyarakat telah mendaftar untuk melakukan umroh. Presiden HAAB, Shahadat Hossain Taslim, mengatakan calon jamaah umroh ini diharapkan mulai terbang ke Arab Saudi mulai bulan depan.

Dilansir di The Daily Star, Kamis (26/8), meski minat dari masyarakat tinggi, status vaksinasi jamaah harus mendapat persetujuan dari negara Timur Tengah tersebut. Saat ini banyak calon jamaah baik yang sudah divaksinasi maupun yang tidak, menanyakan tentang kelayakan mereka melakukan umroh.

Muslim Bangladesh diketahui tidak dapat melakukan ibadah haji dan umroh dalam dua tahun terakhir, di tengah menyebarnya pandemi Covid-19. Shahadat Hossain Taslim mengatakan sebelum pandemi, sekitar 2.50.000 orang Bangladesh bisa melakukan umroh dalam setahun.

Dia pun mendesak pemerintah untuk memastikan inokulasi jamaah dengan vaksin yang disetujui oleh Arab Saudi. Sekretaris Kementerian urusan Agama Bangladesh, Nurul Islam, menyebut pihaknya telah menerbitkan daftar 247 lembaga yang akan diizinkan mengatur umrah dari Bangladesh, Ahad (22/8) lalu.

Sementara itu, media lokal Saudi Arab News kemarin melaporkan Kerajaan telah menyetujui penggunaan dua vaksin Covid-19 lainnya, yaitu Sinovac dan Sinopharm. Meski demikian, laporan tersebut tidak menyebutkan apakah calon jamaah umroh dari luar Arab Saudi memenuhi syarat untuk melakukan ritual, jika mereka disuntik dengan dua vaksin.

Saat diminta konfirmasi, Nurul Islam mengaku belum mengetahui secara resmi soal ini. Sementara itu, Presiden HAAB juga mengatakan masih ada ketidakpastian atas masalah ini, karena dosis booster belum diperkenalkan di Bangladesh.

Laporan dari Arab News memang menyebutkan Kementerian Kesehatan Saudi mengatakan masyarakat yang menerima suntikan vaksin Sinopharm atau Sinovac dapat diterima di Arab Saudi, asalkan mereka menerima suntikan booster vaksin yang disetujui di negara Timur Tengah.

Sebelum pengumuman ini, ada empat vaksin yang disetujui untuk digunakan di Arab Saudi, yaitu Oxford-AstraZeneca, Pfizer-BioNTech, Janssen Johnson dan Johnson, serta Moderna. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini