Bentuk Ujian Manusia Banyak dan Beragam

Sabtu , 04 Sep 2021, 23:00 WIB Reporter :Dea Alvi Soraya/ Redaktur : Agung Sasongko
Ilustrasi Berdoa.
Ilustrasi Berdoa.

IHRAM.CO.ID,  Berdasarkan firman Allah SWT dalam surah Al-Baqarah ayat 155 hingga 157, manusia akan dihadapkan dengan beberapa cobaan dan tantangan untuk menguji kesabaran dan ketabahan mereka. Bentuk-bentuk ujian ini banyak dan beragam, ada yang diuji dengan kemiskinan, ada pula yang diuji dengan penyakit, ada pula yang diuji dengan kehilangan orang-orang yang mereka cintai, atau lain sebagainya. 

 

Terkait

“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata "Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ūn" 1 (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Al-Baqarah 2:155-157) 

Baca Juga

Dalam ayat lain, Allah SWT berfirman, “Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun.” (Al-Mulk 67:2)

Sejatinya ujian atau cobaan yang diberikan kepada manusia dengan beragam bentuk itu tidak dapat dihindari, bukan hanya untuk menguji kesabaran tapi juga menentukan tingkatan keimanan. Rasulullah memberikan sejumlah solusi yang dapat diterapkan saat diterpa cobaan.

Pertama, mencoba melihat sisi positif dari masalah tersebut. Untuk menyeimbangkan efek negatif yang ditimbulkan oleh penderitaan, Islam menjelaskan bahwa masalah dan kesulitan berfungsi sebagai sarana untuk menghapus dosa dan mengangkat derajat orang beriman di akhirat. Pendekatan optimis dan positif ini melindungi seseorang dari jatuh ke dalam keputusasaan dan kesedihan. 

Abu Yahya Suhaib bin Sinan r.a. berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Betapa indahnya kasus seorang mukmin; ada kebaikan baginya dalam segala hal dan ini hanya berlaku bagi seorang mukmin. Jika kemakmuran menyertainya, dia mengucapkan terima kasih kepada Allah dan itu baik untuknya; dan jika musibah menimpanya, ia bersabar dan itu baik baginya” (HR Muslim).