Selasa 07 Sep 2021 19:03 WIB

KH Abdul Hamid Mendakwahkan Islam dengan Lembut (II)

Dalam memberikan nasihat, Kiai Abdul Hamid akan menyampaikannya secara halus.

Rep: Muhyiddin/ Red: Agung Sasongko
Ilustrasi Pondok Pesantren
Foto:

Dalam menyampaikan ajaran Islam, Kiai Hamid memang kerap memadukannya dengan kearifan lokal. Dengan demikian, sesuatu yang berat dapat dicerna dengan santai oleh para pendengarnya, tanpa rasa tegang. Dengan sikapnya yang arif dan bijak sana, ucapan dan tindakan Kiai Hamid pun berpengaruh di tengah masyarakat.

Kiai Hamid wafat pada Sabtu, 25 Desember 1982 M dalam usia 70 tahun. Kisah hidupnya telah dijelaskan cukup lengkap dalam buku berjudul Percik-Percik Keteladanan Kiai Hamid Pasuruanyang ditulis oleh Hamid Ahmad. Dalam buku ini juga dijelaskan tentang kiprah dakwah ulama yang meneduhkan itu. 

Sebagaimana dituturkan dalam buku tersebut, kabar wafatnya Kiai Hamid pun segera menyebar, lewat radio, dari mulut ke mulut, dan dari telepon ke telepon. Umat da tang berbondong-bondong untuk melayat ke rumah duka sejak pagi. Mereka berasal dari berbagai penjuru. 

Mereka seperti tak percaya Kiai Hamid meninggal, sehingga banyak yang menangis histeris. Melihat begitu banyaknya pelayat, pihak keluarga pun tidak mau ambil risiko. Khawatir menjadi rebutan, kerandanya pun diikat kuat-kuat. Menjelang Ashar keranda itu kemudian dibawa ke masjid.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement