3.500 Pengungsi Afghanistan Tiba di Australia

Kamis , 09 Sep 2021, 16:03 WIB Redaktur : Ani Nursalikah
3.500 Pengungsi Afghanistan Tiba di Australia. Seorang anak laki-laki dari Afghanistan tersenyum ketika dia difoto, sambil menunggu dengan pengungsi lain untuk terbang ke Amerika Serikat atau lokasi penyelamatan lainnya di gerbang keberangkatan darurat di dalam gantungan di Pangkalan Udara Amerika Serikat di Ramstein, Jerman, Rabu, 1 September , 2021.
3.500 Pengungsi Afghanistan Tiba di Australia. Seorang anak laki-laki dari Afghanistan tersenyum ketika dia difoto, sambil menunggu dengan pengungsi lain untuk terbang ke Amerika Serikat atau lokasi penyelamatan lainnya di gerbang keberangkatan darurat di dalam gantungan di Pangkalan Udara Amerika Serikat di Ramstein, Jerman, Rabu, 1 September , 2021.

IHRAM.CO.ID, CANBERRA -- Australia menerima lebih dari 3.500 pengungsi asal Afghanistan, mayoritas kaum perempuan dan anak-anak, Kamis (9/9). Evakuasi internasional lewat udara dimulai pada 14 Agustus ketika kelompok militan itu menguasai Kabul setelah mengambil alih sebagian besar wilayah Afghanistan.

 

Terkait

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Australia mengevakuasi 4.100 warga negara dan warga Afghanistan dengan visa, meski sejumlah orang dengan kewarganegaraan ganda memilih untuk pergi ke tempat lain. Banyak dari pengungsi yang diterbangkan ke Uni Emirat Arab untuk menunggu relokasi ke Australia.

Baca Juga

Morrison menyebutkan penerbangan terakhir tiba pada Rabu malam dalam putaran terakhir penyelamatan dari salah satu wilayah paling putus asa dan paling berbahaya di dunia. "Dari 3.500 pengungsi, sekitar 2.500 di antaranya adalah perempuan dan anak-anak," kata Morrison kepada awak media di Canberra.

Australia merupakan bagian dari pasukan internasional yang dipimpin NATO. NATO melatih pasukan keamanan Afghanistan sekaligus memerangi Taliban selama dua dekade setelah pasukan dukungan Barat menggulingkan kelompok tersebut pada 2001. Lebih dari 39 ribu tentara Australia pernah bertugas di Afghanistan dan 41 di antaranya tewas.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini