Kamis 09 Sep 2021 18:51 WIB

Syekh Abdurrahman Al-Khalidi, Cahaya dari Batuhampar (III)

Syekh Abdurrahman al-Khalidi merupakan seorang ulama besar dari Batuhampar.

Rep: Muhyiddin/ Red: Agung Sasongko
Surau tua (ilustrasi).
Foto: Blogspot.com
Surau tua (ilustrasi).

IHRAM.CO.ID,  Syekh Abdurrahman al-Khalidi merupakan seorang ulama besar dari Batuhampar, Sumatra Barat. Mursyid Tarekat Naqsyabandiyyah Khalidiyah itu hidup pada abad ke-19 M. Sejak kecil, dirinya tumbuh dalam lingkungan yang sangat mencintai ilmu- ilmu agama Islam.

Sosok yang pernah bertahun-tahun belajar di Tanah Suci itu mendirikan Surau Batuhampar tatkala usianya sudah cukup sepuh: 63 tahun. Sejak itu, lembaga yang didirikannya menjadi salah satu pusat terkemuka pengajaran Islam di daerah Minangkabau. Di sana pula, dirinya mengajarkan tasawuf kepada para muridnya.

Baca Juga

Pada 1899 M mubaligh tersebut berpulang ke rahmatullah. Jenazahnya dikebumikan di kompleks permakaman setempat. Hingga kini, banyak peziarah mengunjungi kuburannya, di samping untuk melihat-lihat keadaan Surau Batuhampar.

Bagi publik Indonesia, nama sang syekh barangkali kurang begitu tenar. Akan tetapi, seorang cucunya merupakan pahlawan bangsa yang sangat dikenal masyarakat Tanah Air.Dialah Drs Mohammad Hatta. Sosok yang akrab disapa Bung Hatta itu adalah seorang cucu Syekh Abdurrahman al-Khalidi.

 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement