Kamis 09 Sep 2021 18:51 WIB

Syekh Abdurrahman Al-Khalidi, Cahaya dari Batuhampar (III)

Syekh Abdurrahman al-Khalidi merupakan seorang ulama besar dari Batuhampar.

Rep: Muhyiddin/ Red: Agung Sasongko
Surau tua (ilustrasi).
Foto:

Mengutip naskah silsilah yang dimuat dalam buku Riwayat Hidup dan Perjuangan 20 Ulama Besar Sumatera Barat, mubaligh asal Batuhampar itu memiliki 10 anak dari lima istri.Dua orang putranya menjadi ulama besar, yakni Syekh Arsyad bin Abdurrahman (1849-1924)dan Syekh Muhammad Djamil bin Abdurrahman Batuhampar (1873-1903). Sosok yang kedua itulah ayahanda Bung Hatta.

Dalam buku Memoir(1981), sang proklamator RI mengungkapkan kesan dan kenang-kenangan tentang kakeknya. Menurut Hatta, Syekh Abdurrahman merupakan seorang pengasuh surau yang ahli tarekat.

Murid-muridnya berasal dari banyak daerah se- Indonesia. Keterangan tentang nama besar sang kakek diperolehnya dari cerita ayahnya sendiri serta pamannya, terutama ketika sedang mengunjungi sanak famili di Batuhampar.

"Ia (Syekh Abdurrahman) bercita-cita menjadikan Batuhampar sebagai benteng pertahanan agama Islam karena penyerbuan bangsa kulit putih ke Minangkabau sudah mendesak umat Islam ke pinggir, tulis Hatta.

 

Diakuinya, pertemuan langsung dengan Syekh Abdurrahman tidak pernah dialaminya.Sebab, ia sendiri lahir beberapa tahun pascawafatnya sang kakek. Hatta diketahui lahir pada 1902 sedangkan pemuka Tarekat Naqsyabandiyyah Khalidiyah itu meninggal pada 1899. 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement