Optimalisasi Potensi Wakaf Dukung Rantai Pasokan Halal

Senin , 13 Sep 2021, 16:23 WIB Reporter :Fuji E Permana/ Redaktur : Ani Nursalikah
Optimalisasi Potensi Wakaf Dukung Rantai Pasokan Halal
Optimalisasi Potensi Wakaf Dukung Rantai Pasokan Halal

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Wakaf yang dikelola dengan baik akan turut mewujudkan ekosistem halal yang kuat. Lembaga Wakaf Majelis Ulama Indonesia (LW MUI) berkomitmen mendukung realisasi ekosistem itu.

 

Terkait

Sekretaris Lembaga Wakaf MUI Guntur Subagja Mahardika mengatakan optimalisasi potensi wakaf uang dan wakaf produktif bisa mendukung rantai pasokan halal. Rantai pasokan halal, yaitu jaringan dalam rantai pasok yang dilakukan dengan tujuan menerapkan integritas halal pada proses pemerolehan bahan baku hingga mengantarkan produk pada konsumen. Seluruh proses yang terlibat dalam jaringan rantai pasok harus patuh pada hukum syariah.

"Jika wakaf dikelola dengan baik makan wakaf itu akan menjadi ladang yang bermanfaat," kata Guntur dalam Webinar Prospek Wakaf dan Wakaf Produktif Membangun Halal Supply Chain belum lama ini, dilansir dari laman MUI, Senin (13/9).

Ia mencontohkan, bentuk wakaf di Makkah yang manfaatnya bisa dirasakan sekarang oleh jamaah haji asal Aceh. Wakaf tersebut berasal dari tokoh ulama dari Aceh Habib Bugak Al Asyi. Sosok yang hidup pada 1800-an Masehi tersebut, membeli sebidang tanah lalu mewakafkannya untuk jamaah haji asal Aceh. Di atas tanah tersebut kini berdiri penginapan.

"Setiap tahunnya jamaah haji asal Aceh menerima pembagian manfaat uang dari hasil pengelolaan wakaf dari Baitul Asyi, per jamaah mendapatkan 1.200 riyal atau sekitar Rp 4,5 juta," ujarnya.

Guntur mengatakan Lembaga Wakaf MUI memiliki misi mengubah para mustahik menjadi muzaki dan menjadi wakif atau orang yang mewakafkan hartanya. Guna mendukung misi itu, dibuat program unggulan Lembaga Wakaf MUI, antara lain Bank Waqf Mikro MUI, Green House Aquaponik Pesantren, Rumah UMKM Halal Pusat Pengemasan dan Pemasaran, Green Waqf MUI Tambak Modern Udang Vaname, dan Klinik MUI Healthcare.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini