Jumat 17 Sep 2021 03:07 WIB

Azerbaijan Peringati 103 Tahun Pembebasan Baku

Azerbaijan tidak akan ada tanpa Tentara Islam Kaukasia.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Agung Sasongko
 Azerbaijan merayakan pengibaran bendera nasional dan Turki di Baku, Azerbaijan.
Foto: AP/STR
Azerbaijan merayakan pengibaran bendera nasional dan Turki di Baku, Azerbaijan.

IHRAM.CO.ID,  ANKARA -- Beberapa sejarawan berpendapat bahwa Azerbaijan tidak akan ada tanpa Tentara Islam Kaukasia. Sebab tentara tersebut membantu rakyat Azerbaijan lebih dari satu abad yang lalu.

Hari ini, Azerbaijan menandai peringatan 103 tahun pembebasan Baku, ibu kota negara, di bawah kepemimpinan Tentara Islam Kaukasia, yang dipimpin oleh Nuri Pasha (Killigil) yang berusia 29 tahun.

Baca Juga

Hubungan politik, hukum, perdagangan, dan militer yang bersahabat antara Azerbaijan dan Turki didokumentasikan tak lama setelah berdirinya Republik Demokratik Azerbaijan pada 28 Mei 1918 dengan Perjanjian Batumi, yang ditandatangani antara negara yang baru didirikan dan kemudian Kekaisaran Ottoman pada 4 Juni 1918.

Dengan pakta itu, kekaisaran mengakui kemerdekaan Azerbaijan, yang sebagai imbalannya dapat meminta bantuan militernya jika ada ancaman. Setelah deklarasi kemerdekaan republik di Georgia, Fatali Khan Khoyski, perdana menteri pertama Azerbaijan, membentuk pemerintahan di Ganja, sekarang barat laut Azerbaijan, pada bulan Juni.

 

Hal itu karena ia tidak dapat melakukan perjalanan langsung ke ibu kota Azerbaijan saat ini, Baku, sejak kota itu kemudian dikuasai. oleh militan Armenia dan Bolshevik, sebuah partai revolusioner yang berkomitmen pada ide-ide Karl Marx.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement