Kamis 07 Oct 2021 10:34 WIB

Gambaran Banjir di Makkah 1979

Gambaran Banjir di Makkah 1979

Rep: Ali Yusuf/ Red: Muhammad Hafil
Gambaran Banjir di Makkah 1979. Foto: kabah banjir
Gambaran Banjir di Makkah 1979. Foto: kabah banjir

IHRAM.CO.ID,JAKARTA--Kota Makkah boleh dibilang jarang turun hujan seperti di bumi nusantara ini. Namun, di Makkah ini sekali hujan turun bisa menimbulkan banjir yang terkadang dapat menghanyutkan mobil di sekitar, karena begitu derasnya air yang datang dari luncuran gunung. 

 "Banjir besar yang melanda Makkah pernah terjadi sekitar dua puluh satu tahun yang lalu sebelum tahun 1979," tulis H. Harun Keuchik Leumiek dalam bukunya "Menelusuri Jejak Sejarah Islam Melalui Ritual Ibadah Haji dan Umrah."

Baca Juga

H Harun mengatakan, banjir waktu itu sempat mangenangi Ka’bah hingga beberapa meter. Dalam musim haji tahun tahun 1979 saat penulis menunaikan ibadah haji, kota Makkah juga pernah disirami hujan lebat. Hujan yang turun pukul 3.00 dini hari waktu Mekkah berlangsung selama lebih kurang 3 jam diiringi kilat dan petir yang sambung-menyambung. 

"Hujan yang turun dalam waktu singkat itu ternyata menimbulkan banjir di kota Makkah," katanya.

Beberapa mobil yang parkir di pinggir jalan hanyut di bawa arus banjir. Ratusan ton lumpur dan batu gunung berserakan di dalam kota. 

Mobil-mobil yang dihanyutkan oleh banjir itu umumnya mobil taksi yang dibiarkanpemiliknya parkir di pinggir jalan. 

Sehingga ketika banjir datang mobil-mobil tersebut tidak sempat lagi di pindahkan dan hanyut bersama air bah itu. Penanggulangan banjir di kota Mekkah ini tampaknya pihak kerajaan Saudi Arabia sudah sangat siap, sekalipun bencana banjir seperti itu jarang terjadi, tapi untuk menghadapi banjir ini pihak kerajaan telah lebih dulu menyiapkan sarana penanggulangannya.

Lain halnya di negeri kita Indonesia, sekalipun banjir sudah merupakan masalah rutin yang terjadi hampir setiap tahun, namun cara dalam penanggulangannya kadang selalu terlambat.

Kesiapsiagaan menghadapi banjir pihak kerajaan Arab Saudi tampak ketika menghadapi banjir tanggal 18 Oktober 1979 saa H. Harun menunaikan ibadah haji pertama. 

"Begitu hujan selesai air yang tergenang di mana-mana bisa surut dalam waktu singkat karena adanya riol-riol besar pembuangan air yang di bangun pemerintah kerajaan," katanya.

Salah satu riol besar itu dibangun di bawah Masjidil Haram dan Ka’bah mengingat letak tempat suci umat Islam ini keberadaannya sangat rendah.  Menurut keterangan, riol dibangun di bahwah Masjidil Haram hampir sama besarnya dengan kali Aceh (krueng Aceh) Banda Aceh. 

Dengan adanya riol besar itu dalam waktu singkat air bah yang turun dari gunung dan menggenangi kota Makkah dapat dibuang melalaui salah satu riol yang dibangun di bawah Masjidil Haram tersebut.  Setelah air surut, para petugas dari kerajaan sibuk membersihkan lumpur serta menyingkirkan batu-batu dan menyeret mobil-mobil yang di bawa arus banjir keluar kota. 

Para pemilik mobil tersebut nanti boleh berurusan dengan pihak petugas kota untuk mengambil mobilnya kembali. Banjir yang terjadi di Mekkah tahun 1979 (saat penulis melaksanakan ibadah haji pertama waktu itu) mengakibatkan kerugian tak sedikit bagi pihak kerajaan dan warga kota Mekkah. 

Seperti kerusakan yang terjadi di kawasan Jiad. Banyak tiang lampu berpatahan dilanda arus air yang lumayan derasnya. Beberapa jalan yang umumnya dibangun di atas permukaan dasar bangunan mengalami longsor, sehingga batu dan lumpur jalan tersebut banyak yang masuk ke dalam rumah dan toko-toko yang ada di kota Mekkah. 

Malah ketika penulis melewati kawasan jalan ke kampung Siqullah harta benda penduduk seperti TV, kulkas, radio dan perabotan-perabotan mewah lainnya hanyut di bawa banjir, namun dalam bencana ini tidak ada korban manusia. Jalan-jalan yang rusak itu sehari setelah banjir kembali diperbaiki oleh pihak kerajaan dengan menggunakan aspal beton.

Begitu cepatnya penanggulangan pemulihan akibat bencana banjir yang dilakukan pihak pemerintah kerajaan Saudi Arabia, sehingga dalam tempo dua hari pasca banjir kota Makkah sudah terlihat seperti tidak terjadi apa-apa.

 

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement