Al Idrisi, Pelopor Geografi Modern Muslim

Ahad , 24 Oct 2021, 01:05 WIB Reporter :Puti Almas/ Redaktur : Esthi Maharani
Al Idrisi
Al Idrisi

IHRAM.CO.ID, Sebagian besar konsep geografi di Bumi pada awalnya dianggap sebagai sebuah imajinasi. Namun, pada abad ke-12, seorang geografi dan kartografer Amagizh bernama Abu Abdullah Mohammed bin Moahmmed 'Abdullah bin Idris al-Hammudi al-Hassani memulai revolusi yang akhirnya mengarah pada geografi modern.

 

Terkait

Al-Idrisi lahir pada 1100 di Ceuta, Maroko, dari keluarga bangsawan Amazigh, Hammudites. Salah satu garis leluhurnya turun langsung dari Nabi Muhammad, ia berhak menyandang gelar ash-Sharif (Yang Mulia).

Selama masa mudanya, Al-Idrisi menempuh pendidikan di Cordoba, yang saat itu menjadi Ibu Kota bagi umat Muslim di Spanyol. Ia menjadi seorang penyair, mahasiswa kedokteran dan pengembara yang rajin, serta dikenal sangat jenius.

Al-Idrisi menelusuri jalan mengenai penaklukan Islam. Ia memiliki jiwa petualang, dengan berlayar dari barat ke Madeira dan Kepulauan Canary, yang kemudian berkenti di Samudra Atlantik yang luas.

Reputasi Al-Idrisi untuk belajar dan ketenarannya sebagai seorang musafir, akhirnya membuatnya mendapatkan undangan dari Roger II, penguasa Norman Sisilia, untuk mengunjungi pulau itu. Diterima dengan hormat, ia pun menemukan dalam diri Roger semangat yang sama dengan keingintahuan intelektual yang cocok dengan dirinya.

Ketertarikan raja yang tak terpuaskan dengan geografi memenuhi semua waktu yang tidak dihabiskan untuk mengelola kerajaan kecilnya.

Sebelum kematian Roger pada 1154, Al-Idrisi menyelesaikan konstruksi jika bola langit dan peta berbentuk piringan dunia yang dikenal sebagai planisphere, di mana keduanya berasal dari jenis perak padat.

Peta itu didasarkan pada karya ensiklopedis al-Idrisi yang diselesaikan di bawah perlindungan Roger, yaitu Kitab Nuzhat al-Mushtaq fi Ilkhtiraq al-Afaq atau kadang disebut sebagai Kitab ar-Rujari (Kitab Roger).

Hingga pada 1592, manuskrip itu muncul pertama kali di Eropa dalam edisi singkat yang dicetak di Roma. Itu kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada 1619 tetapi belum diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris secara keseluruhan.

Informasi lain diperoleh dari orang yang dikirim khusus untuk tujuan pengumpulan informasi. Al-Idrisi tetap tinggal di istana di Palermo setelah kematian Roger dan menulis risalah geografis lainnya, The Garden of Civilization and the Amusement of the Soul.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini