Islamic Emirate Afghanistan Siapkan Rencana Hadapi Krisis

Senin , 25 Oct 2021, 08:52 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Esthi Maharani
 Warga Afghanistan membawa pasokan ke rumah mereka saat senja di Kabul, Afghanistan, Selasa, 14 September 2021. Perserikatan Bangsa-Bangsa mengumpulkan lebih dari $1,2 miliar dalam janji darurat Senin untuk membantu 11 juta warga Afghanistan menghadapi krisis kemanusiaan yang meningkat di tanah air mereka dan jutaan lainnya di tempat lain di wilayah itu ketika kepala hak asasi manusia PBB menyuarakan keprihatinan tentang langkah pertama Taliban dalam membangun kekuasaan di negara yang terkepung dan miskin itu.
Warga Afghanistan membawa pasokan ke rumah mereka saat senja di Kabul, Afghanistan, Selasa, 14 September 2021. Perserikatan Bangsa-Bangsa mengumpulkan lebih dari $1,2 miliar dalam janji darurat Senin untuk membantu 11 juta warga Afghanistan menghadapi krisis kemanusiaan yang meningkat di tanah air mereka dan jutaan lainnya di tempat lain di wilayah itu ketika kepala hak asasi manusia PBB menyuarakan keprihatinan tentang langkah pertama Taliban dalam membangun kekuasaan di negara yang terkepung dan miskin itu.

IHRAM.CO.ID, KABUL -- Kementerian Pertanian, Irigasi, dan Peternakan Afghanistan, di bawah kepemimpinan Taliban, meluncurkan rencana memerangi pengangguran dan potensi krisis pangan. Permasalahan ini muncul di tengah meningkatnya kemiskinan dan pengangguran yang berkelanjutan

 

Terkait

“Kementerian Pertanian, Irigasi dan Peternakan (MAIL) meluncurkan rencana nasional mencegah krisis pangan, mengurangi kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja. Lebih banyak langkah akan segera diambil oleh pemerintah untuk mempromosikan kesejahteraan bersama bagi semua,” kata Menteri Pertanian, Irigasi dan Peternakan, Abdul Rahman Rashid, dikutip di Afghanistan Times, Senin (25/10).

Rashid juga mengatakan, rencana itu diluncurkan setelah disetujui oleh dewan menteri pemerintah sementara Taliban. Sebagai bagian dari rencana nasional, ia menyebut Kementerian sebelumnya telah meluncurkan program makanan untuk pekerjaan di provinsi Kabul, di mana ibu kota negara itu berada.

“Kementerian telah meluncurkan program 'food-for-work' di Kabul. Lebih dari 40.000 orang akan diberikan pekerjaan, mereka akan menerima gandum saat bekerja, dan inisiatif ini akan diperluas ke provinsi lain,” lanjutnya.

Situasi ekonomi di Afghanistan mengalami penderitaan setelah pengambilalihan Taliban pada Agustus lalu. Kondisi ini menimbulkan beban ekonomi yang besar pada penduduk lokal, dengan pengangguran yang lebih tinggi dan meningkatnya kemiskinan.

Badan-badan kerja PBB, lembaga suaka, maupun sejumlah organisasi non-pemerintah lainnya juga berpacu dengan waktu memberikan bantuan dan pasokan, yang mampu menyelamatkan jiwa warga Afghanistan yang dilanda krisis menjelang musim dingin.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini