Ulama Palestina Kecam Pembongkaran Makam Muslim oleh Israel

Selasa , 26 Oct 2021, 18:10 WIB Reporter :Fergi Nadira/ Redaktur : Agung Sasongko
Seorang wanita Palestina terlihat melawan polisi Israel yang mencoba mendorongnya dari batu nisan putranya yang terletak di pemakaman Al-Yusufiye, Yerusalem Timur, Senin (25/10). Alaa Nababta (54 tahun) tiba di kuburan setelah mengetahui rencana polisi Israel untuk menggali kuburan tersebut. Kru kotamadya Israel di Yerusalem dan Otoritas Alam Israel untuk mendirikan taman nasional Yahudi, kembali meruntuhkan bagian dari pemakaman Al-Yusufiye yang terletak dekat Masjid Al-Aqsa.
Seorang wanita Palestina terlihat melawan polisi Israel yang mencoba mendorongnya dari batu nisan putranya yang terletak di pemakaman Al-Yusufiye, Yerusalem Timur, Senin (25/10). Alaa Nababta (54 tahun) tiba di kuburan setelah mengetahui rencana polisi Israel untuk menggali kuburan tersebut. Kru kotamadya Israel di Yerusalem dan Otoritas Alam Israel untuk mendirikan taman nasional Yahudi, kembali meruntuhkan bagian dari pemakaman Al-Yusufiye yang terletak dekat Masjid Al-Aqsa.

IHRAM.CO.ID, YERUSALEM - Asosiasi Cendekiawan Muslim Palestina mengecam penghancuran Israel atas Pemakaman Islam Al-Yusufiye di Kota Tua Yerusalem Timur yang diduduki, Senin (25/10) waktu setempat. 

 

Terkait

"Pihak berwenang Israel tidak menghormati perasaan umat Islam dengan "meng-Yahudikan" kuburan mereka dan tindakan semacam itu akan mengarah pada eskalasi dalam menghadapi pendudukan Israel," kata asosiasi tersebut dikutip laman Middle East Monitor, Selasa (26/10).

Baca Juga

Asosiasi Cendekiawan Muslim juga mendesak para cendekiawan Muslim di dunia Arab dan Islam untuk mengintensifkan upaya untuk meningkatkan kesadaran tentang upaya "Yudaisasi" di Yerusalem. Pada Senin, pemerintah kota Israel melanjutkan penghancuran dan perataan Pemakaman Al-Yusufiye.

Israel tetap melakukan langkah itu meskipun ada protes oleh warga Palestina yang memiliki kerabat yang dimakamkan di area pemakaman itu. Kepala Komite Pelestarian pemakaman Islam di Yerusalem, Mustafa Abu Zahra mengatakan, bahwa kru kota Israel membuldoser sebagian dari tanah pemakaman.