Rabu 27 Oct 2021 16:12 WIB

Soal Umroh, Amphuri Masih Menunggu Keputusan Arab Saudi 

Soal Umrah, Amphuri Masih Menunggu Keputusan Saudi.

Rep: Ali Yusuf/ Red: Muhammad Hafil
Soal Umroh, Amphuri Masih Menunggu Keputusan Arab Saudi. Foto:  Ketua Umum Amphuri Firman M Nur
Foto: Republika/Havid Al Viski
Soal Umroh, Amphuri Masih Menunggu Keputusan Arab Saudi. Foto: Ketua Umum Amphuri Firman M Nur

IHRAM.CO.ID,JAKARTA--Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) masih menunggu keputusan lanjutan dari otoritas Arab Saudi terkait pembukaan umrah. Sampai saat ini belum ada tanda-tanda Arab Saudi akan membuka umrah untuk Indonesia.

"Saat ini kami masih menunggu keputusan dari Kementerian Haji dan Kementrian Sehat Saudi Arabia tentang ke dibukanya kembali status suspend Indonesia dan diberi dibukanya kembali statunya Visa dari Indonesia," kata Ketua Umum Amphuri Firman M Nur saat dihubungi Republika kemarin.

Baca Juga

Firman mengaku sampai saat ini belum ada informasi terbaru yang didapat untuk bisa disampaikan kepada masyarakat umrah. Informasi terakhir tentang pembukaan umroh seperti yang disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

"Saya belum ada update terbaru yang dapat kami sampaikan," katanya.

 

Karena, kata di memang kondisi terakhir dari informasi yang didapat Amphuri setelah pertemuan dengan otoritas Arab Saudi di Jakarta. Pada waktu itu isi pertemuannya adalah berharap Kementerian Kesehatan Indonesia segera menyelesaikan masalah-masalah teknis.  

"Masalah teknis yang berhubungan dengan vaksinasi jamaah asal Indonesia agar kesempatan untuk umroh sudah dibuka kembali," katanya. 

Hal yang sama disampaikan pemilik travel Adinda Azzahra, H. Priyadi Abadi, bahwa semua travel umrah masih menunggu petunjuk teknis (Juknis) umroh di masa pandemi. Belum ada kabar baik setelah 17 hari Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan kesiapan Kerajaan Arab Saudi menerima jamaah umroh Indonesia.

"Karena sampai hari ini kami masih menunggu petunjuk teknis tersebut terkait prokes dan hal-hal baru," katanya.

Priyadi mengatakan, dengan belum dikeluarkannya juknis untuk umrah di masa pandemi ini, penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah (PPIU) belum dapat menentukan harga paket umroh terbaru. Untuk PPIU masih harus perlu menunggu juknisnya karena berkaitan dengan beberapa komponen yang akan naik.

"Sehingga saat ini kami belum bisa mengeluarkan harga paket umroh terbaru mengingat ada beberapa komponen yang mengakibatkan harga umroh menjadi naik, salah satu contohnya yaitu kewajiban PCR," katanya.

Menurutnya jika juknis sudah direlease, dalam waktu dekat ini PPIU akan segera mengeluarkan harga paket umroh di masa pandemi. Tentunya harga pake umroh di masa pandemi berbeda dengan harga paket di luar pandemi.

"Insya Allah dalam waktu dekat kami akan rilis harga paket umroh bila semua sudah pasti," katanya.

Priyadi memastikan, informasi dibukanya umroh bagi jamaah dari Indonesia merupakan kabar yang ditunggu semua pihak. Baik bagi jamaah maupun bagi para travel penyelenggara umroh dan haji.

"Karena banyak sekali jamaah yang tertunda keberangkatannya karena pandemi dan juga para calon-calon jamaah yang bertanya dan ingin mendaftar serasa sudah tidak sabar ingin segera menjadi tamu-tamu Allah dan Rasulullah," katanya.

Priyadi memastikan, secara teknis pihaknya siap berangkatkan jamaah umrah di masa pandemi ini. Tentunya yang pasti akan diberikan kesempatan berangkat lebih awal, yaitu jamaah yang tertunda keberangkatannya.

"Kami dari Adinda Azzahra pada prinsipnya siap untuk memberangkatkan jamaah yang tertunda," katanya.

Tentunya setelah berangkatkan jamaah tertunda pihak travel umrah membuka kembali pendaftaran umroh dan haji khusus. Namun semua harus menunggu juknis dari pemerintah Indonesia dan Arab Saudi.

"Dan segera pula kami membuka kembali pendaftaran bagi para calon jamaah setelah mendapatkan kepastian petunjuk teknis nya dari Pemerintah Saudi," katanya.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement