Haji Ismail Mundu, Teladan Masyarakat Kubu (III)

Jumat , 29 Oct 2021, 23:00 WIB Redaktur : Agung Sasongko
Ilustrasi: Masjid
Ilustrasi: Masjid

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Haji Ismail Mundu bersama dengan sahabat karibnya, Datuk Penghulu Haji Haruna, membangun masjid untuk tempat ibadah sekaligus pendidikan umat. Masjid Batu-demikian namanya- dibangun keduanya di Teluk Pakedai, Kubu Raya, Kalimantan Barat.

 

Terkait

Bermula pada tanggal 4 Dzulhijjah 1345 H atau 1926 M. Dua orang bersahabat itu berikhtiar mendirikan sebuah masjid untuk digunakan masyarakat setempat. Baidhil lah Riyadhi dalam buku Guru Haji Ismail Mundu: Ulama Legendaris dari Kubu(2011)mengutip cerita dari seorang cucu Datuk Penghulu, yakni Haji Harun al-Rasyid.

Baca Juga

Ia menuturkan, Datuk Penghulu merupakan seorang kawan dekat Haji Ismail yang dari Malaya (Malaysia). Begitu mengunjungi sahabatnya di di Teluk Pakedai, lelaki bernama asli Harun itu ingin mewujudkan cita-cita mendirikan masjid.

Seperti tampak pada namanya, Masjid Batu hanya menggunakan bahan dari batu bata. Dalam proses pembangunannya, bahan-bahan dari kayu tidak dipergunakan.

Nama masjid yang sebenarnya adalah Masjid Nasrullah. Sebutan nasrullah sebenarnya baru diketahui setelah dilakukan renovasi masjid itu untuk kali pertama pada tahun 1960 M. Kata tersebut ditemukan di ujung kubah masjid.