Kemenag Terus Lakukan Pembinaan Jamaah Haji di Masa Pandemi

Rabu , 03 Nov 2021, 09:15 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Esthi Maharani
 Jamaah haji shalat untuk pertama kalinya sejak awal pandemi virus corona, di depan Ka
Jamaah haji shalat untuk pertama kalinya sejak awal pandemi virus corona, di depan Ka

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama melalui Direktorat Bina haji Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) terus melakukan pembinaan jamaah haji. Kasubdit Bimbingan Jamaah Arsyad Hidayat mengatakan, meski di tengah pandemi pembinaan tidak boleh berhenti.

 

Terkait

“Dalam kondisi seperti ini, Kemenag terus memberikan pelayanan, pembinaan dan perlindungan kepada jemaah haji,” kata dia dalam keterangan yang didapat Republika, Rabu (3/11).

Baca Juga

Bimbingan manasik di masa pandemi kepada jamaah haji yang tertunda keberangkatannya tidak boleh berhenti. Karena itu, model pembelajarannya pun akan disesuaikan dengan kondisi saat ini.

Saat ini ada tiga model pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang akan disiapkan Kemenag. Tiga model yang dimaksud antara lain, PJJ secara luring, daring dan kombinasi keduanya (blended learning).

PJJ secara luring atau offline ini tidak melibatkan internet. Proses bimbingan melibatkan media massa Lembaga Penyiaran Publik (LPP) seperti RRI dan TVRI lokal, yang sebelumnya harus disosialisasikan terlebih dahulu kepada jamaah haji.

Pembelajaran yang dilakukan dengan cara ini di dalamnya meliputi pembagian materi manasik dan soal-soal tentang haji kepada para calon jamaah. Mereka lantas diminta membaca dan mempelajarinya di rumahnya masing-masing, dan pada hari yang ditentukan hasil pekerjaan rumah ini diperiksa oleh para pembimbing manasik.

“Kanwil Kemenag atau Kankemenag bisa bekerjasama dengan RRI atau TVRI. Jadi jamaah haji bisa mengikuti materi manasik lewat televisi atau radio,” kata dia.

Di sisi lain, PJJ secara daring atau online berarti peserta didik dan instrukturnya berada di lokasi terpisah. Komunikasi dan penyatuan informasi menggunakan teknologi elektronika dan teknologi berbasis internet.

Saat ini, Kemenag memanfaatkan sejumlah platform pembelajaran, di antaranya Youtube, Twitter, Whatsapp, Telegram, Instagram dan Zoom.

“Kulwap merupakan singkatan dari kuliah whatsapp. Sebuah metode bimbingan Manasik yang menggunakan perangkat digital melalui aplikasi grup whatsapp," ujar Arsyad.

Metode kulwap ini diaebut banyak digunakan pasca pandemi, sebagai metode belajar yang di anggap mudah diterapkan dan tidak memerlukan paket data yang besar.

Terakhir, PJJ dilakukan dengan cara kombinasi atau blended learning. Pendekatan pembelajaran ini mengintegrasikan pembelajaran tatap muka dan menggunakan sumber belajar daring.

Ia menyebut, untuk melaksanakan manasik di masa pandemi ini, pembimbing manasik perlu mempersiapkan segala aspek pendukung, serta selalu melakukan evaluasi untuk perbaikan lebih lanjut.

“Jangan pernah berhenti untuk berinovasi, karena inovasi dapat memberikan manfaat, memotivasi dan menginspirasi,” kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini