Kamis 04 Nov 2021 05:55 WIB

Kedermawanan Muslim di Masa Pandemi

Muslim sangat murah hati dan dermawan

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Esthi Maharani
Kedermawanan / Ilustrasi Republika/Thoudy Badai
Foto: Republika/Thoudy Badai
Kedermawanan / Ilustrasi Republika/Thoudy Badai

IHRAM.CO.ID, Muslim di Amerika Serikat menjadi kelompok agama paling dermawan di negara tersebut. Hal ini berdasarkan studi yang dilakukan Muslim Philanthropy Initiative di Indiana University Lilly Family School of Philanthropy. Disebutkan, Muslim AS memberikan sekitar 4,3 miliar dolar Amerika untuk amal pada tahun 2020.

Studi yang berjudul Muslim American Giving 2021 dan didanai oleh Islamic Relief USA (IRUSA) ini dilakukan pada 17 Maret hingga 7 April dengan jumlah 2.005 responden yang terdiri 1.003 Muslim dan 1.002 non-Muslim. Studi tersebut menunjukkan meskipun hanya 1,1 persen dari populasi AS, Muslim berkontribusi dalam beragam kampanye. Muslim Amerika memberi lebih banyak uang dengan rata-rata 3.241 dolar Amerika dibandingkan dengan populasi umum 1.905 dolar Amerika.

“Kami selalu tahu Muslim Amerika sangat murah hati dan dermawan. Amal adalah pilar utama dalam iman Islam dan mengakar kuat ke dalam cara hidup kita,” kata Kepala Eksekutif Islamic Relief USA Sharif Aly.

Aly menyebut studi terbaru menyoroti kontribusi Muslim yang signifikan untuk membantu masyarakat, baik dalam maupun luar negeri. Menurut penelitian, sebagian besar sumbangan Muslim diberikan untuk tujuan domestik dengan 15 persen dari kontribusi mereka untuk kampanye internasional.

Selain sumbangan, muslim Amerika seringkali menjadi sukarelawan dan angkanya jauh lebih tinggi daripada non-Muslim yakni 66,61 jam dikhususkan untuk kampanye berbasis agama dan 45,93 jam untuk kampanye non-agama.

“Muslim Amerika berperan penting dalam membuat dunia dan bangsa kita lebih baik meskipun menghadapi prasangka, pengawasan yang lebih ketat dan memiliki sumber daya yang lebih sedikit,” kata Asisten Profesor Studi Filantropi dan Direktur Muslim Philanthropy Initiative di Lilly Family Shariq Siddiqui, dilansir About Islam, Rabu (3/11).

Meski begitu Siddiqui menyebut masih ada kekurangan dalam penelitiannya yang berbasis data tentang pemberian Muslim di AS. “Penting untuk lebih memahami bagaimana dan mengapa Muslim Amerika mudah memberi,” ujar dia.

Meski demikian, kedermawanan muslim Amerika Serikat tak membawa negara tersebut menjadi negara paling dermawan di dunia. Bahkan, pandemi Covid-19 membuat peringkat Amerika Serikat merosot drastic dari daftar World Giving Index yang dikeluarkan oleh badan amal Charities Aid Foundation (CAF). Laporan pada pertengahan tahun 2021 itu memperlihatkan Amerika Serikat yang biasanya berada di posisi lima besar turun ke peringkat 19.

Negara-negara yang kemudian mengisi daftar 10 besar pada 2021, antara lain Kenya (58%), Nigeria (52%), Myanmar (51%), dan Australia (49%). Kemudian, Ghana (47%), Slandia Baru (47), Uganda (46%), Kosovo (46%), dan Thailand (46%). Sedangkan, sejumlah negara memiliki skor yang rendah dalam indeks kedermawanan ini. Mereka adalah Jepang (12%), Portugal (20%), Belgia (21%), Italia (22%), dan Korea Selatan (22%).

Sementara itu, Indonesia menempati peringkat pertama dengan indeks keseluruhan 69%. Skor ini naik dari 59 persen pada indeks tahunan terakhir yang dikeluarkan pada 2018. Menurut laporan WGI, Indonesia menempati peringkat teratas dalam partisipasi memberikan sumbangan uang. Persentase orang yang menyumbangkan uang sampai 83 persen dan menempati posisi tertinggi dalam partisipasi pada kegiatan kesukarelawanan (60 persen).

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement