Mesir Larang Tuk-Tuk Beroperasi

Senin , 08 Nov 2021, 04:10 WIB Reporter :Fuji Eka Permana/ Redaktur : Agung Sasongko
Seorang pengemudi menanti penumpang di atas tuk-tuk di Kairo, Mesir, Rabu (4/12). Pemerintah Mesir berencana menghapus tuk-tuk dan menggantinya dengan minivan.
Seorang pengemudi menanti penumpang di atas tuk-tuk di Kairo, Mesir, Rabu (4/12). Pemerintah Mesir berencana menghapus tuk-tuk dan menggantinya dengan minivan.

IHRAM.CO.ID,KAIRO -- Pemerintah Mesir telah memutuskan untuk melarang impor tuk-tuk (kendaraan sejenis bajaj) menyusul inisiatif pemerintah untuk menggantinya dengan alat transportasi yang lebih aman. Hal ini dilaporkan oleh media Mesir pada Jumat lalu.

 

Terkait

Dilansir dari laman Middle East Monitor, Ahad (7/11), Menteri Perindustrian dan Perdagangan Mesir, Niveen Al-Qubbaj, mengatakan bahwa tuk-tuk akan diganti dengan minivan bertenaga gas alam secara nasional.

Pada 2019, pemerintah Mesir memerintahkan pabrik-pabrik Mesir berhenti memproduksi suku cadang untuk tuk-tuk. Juru Bicara Pemerintah, Nader Saad menjelaskan bahwa tuk-tuk akan dikumpulkan oleh pemerintah dan dihancurkan agar tidak digunakan kembali.

Dia juga mengatakan bahwa pemilik tuk-tuk akan diberikan minivan dan membayar selisih harga dengan pinjaman lunak. Ada sekitar 2,5 juta tuk-tuk yang digunakan sebagai transportasi di seluruh Mesir, dan menurut laporan Mesir, hanya 10 persen yang memiliki izin.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini