UEA Memperbarui Protokol Keamanan Covid-19 Di Tempat Ibadah

Rabu , 10 Nov 2021, 05:18 WIB Reporter :Mabruroh/ Redaktur : Muhammad Subarkah
Suasana majdi di UEA saat pandemi. (ilustrasi)
Suasana majdi di UEA saat pandemi. (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, ABU DHABI -- Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) memperbaharui aturan protokol keamanan di tempat-tempat ibadah pada Selasa (9/11). Arahan ini dikeluarkan oleh Otoritas Manajemen Krisis dan Bencana Darurat Nasional bersama-sama dengan Otoritas Umum untuk Urusan Islam dan Wakaf.

 

Terkait

Aturan-atauran baru ini di antaranya, Imam di masjid-masjid diwajibkan mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 dan mengikuti tes PCR setiap 14 hari. Kemudian, petugas kebersihan yang beroperasi di masjid dan kapel juga harus melakukan vaksinasi dan tes PCR.

 

Selanjutnya, area wudhu dan kamar kecil di tempat-tempat ibadah harus didesinfeksi dan disterilkan setelah digunakan, sebagai bagian dari peningkatan langkah-langkah kebersihan.

 

Terakhir, masjid dan kapel harus menyediakan pembersih setiap saat, sementara jamaah harus membersihkan tangan mereka setelah wudhu.

 

"Kami juga mengingatkan agar para imam dan petugas kebersihan melakukan vaksinasi dan pemeriksaan PCR berkala setiap 14 hari dengan penerapan aplikasi Al Hosn, untuk mengetahui ketika mereka merasakan gejala pernapasan atau demam sehingga tidak memasuki masjid,” kata juru bicara otoritas, Dr Saif Al Dhaheri dilansir dari The National News, Rabu (10/11).

 

Menurutnya, UEA kini tengah bergerak menuju kekebalan kelompok dan berada di jalur yang benar menuju pemulihan, berkat tingkat vaksinasi yang tinggi dan respons yang kuat dari pihak berwenang terhadap pandemi.

 

Hingga Selasa kemarin, sebanyak 98,66 persen populasi UEA telah menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid-19, sementara 88,57 persen lainnya telah mendapatkan dua dosis suntikan.

 

Menurutnya, upaya inokulasi yang berhasil, pengujian massal terhadap publik dan dukungan untuk langkah-langkah keamanan seperti pemakaian masker dan jarak fisik telah dianggap sebagai kunci penurunan jumlah kasus yang stabil di paruh kedua tahun ini.

 

Tingkat infeksi harian tetap di bawah 100 sejak 21 Oktober, setelah mencapai puncaknya mendekati 4.000 pada awal Februari lalu. Tetapi para pejabat melarang publik untuk berpuas diri dan untuk tetap mematuhi langkah-langkah keamanan khususnya pada akhir tahun nanti, yang mencakup perayaan Yubileum Emas UEA, serta hari raya Natal dan tahun baru.

 

"Peran masyarakat selama tahap ini sangat penting untuk memastikan kembalinya kehidupan normal baru, dan hari ini kami memuji upaya publik," kata Dr Al Dhaheri.

 

“Menjaga keselamatan dan kesehatan Anda adalah prioritas utama kepemimpinan kita yang bijaksana,” katanya.

 

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini