Kamis 11 Nov 2021 08:10 WIB

Kepahlawanan di Generasi Milenial

Kepahlawanan di Generasi Milenial

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil
Kepahlawanan di Generasi Milenial. Foto:  Prajurit TNI menabur bunga saat Upacara Tabur Bunga di atas Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Frans Kaisiepo-368 di Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (10/11/2021). Kegiatan tersebut untuk memperingati Hari Pahlawan.
Foto: ANTARA/Didik Suhartono
Kepahlawanan di Generasi Milenial. Foto: Prajurit TNI menabur bunga saat Upacara Tabur Bunga di atas Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Frans Kaisiepo-368 di Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (10/11/2021). Kegiatan tersebut untuk memperingati Hari Pahlawan.

IHRAM.CO.ID,JAKARTA -- Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Sesditjen Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag), Muhammad Fuad Nasar, menyampaikan pandangannya di momen Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November.

"Kepahlawanan yang ultimate dan paripurna untuk membela kemerdekaan dan kehormatan bangsa dan negara, seperti yang dilakukan oleh para pejuang bangsa generasi Imam Bonjol, Teuku Umar, Diponegoro, Tjokroaminoto, Bung Karno, Bung Hatta, Bung Tomo, sudah tidak ada lagi di masa kini," kata Fuad melalui pesan tertulis kepada Republika, Rabu (10/11).

Baca Juga

Fuad mengatakan, namun idealisme kepahlawanan dalam diferensiasi tertentu dapat ditemukan di kalangan generasi millenial. Hal itu patut diapresiasi.

Fuad mengaku mengamati tindakan kepahlawanan masa kini yang tumbuh di kalangan generasi muda dalam berbagai versi dan dimensi. Di antaranya kepahlawanan berupa kepeloporan untuk membantu komunitas miskin, warga pedalaman, penyandang difabel, anak-anak yang dikucilkan akibat menderita HIV dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

 

Menurutnya, guru honorer dan dai atau muballigh yang betah mengabdi di daerah terpencil, juga merupakan fenomena kepahlawanan masa kini yang mengesankan. Tindakan kepahlawanan juga ditemukan pada anak-anak muda yang peduli jejak sejarah dan literasi. Mereka berbuat karena panggilan hati nurani dan passion-nya ada di situ.

"Saya menyimak di beberapa channel informasi. Salut dengan anak-anak muda inspiratif yang berjiwa sosial secara mandiri dan tidak project oriented. Prinsip hidup mereka saya kira bukan muda kaya raya, mati masuk surga, melainkan muda bermanfaat dan mati meninggalkan jasa," ujarnya.

Fuad mengatakan, mengenal baik beberapa sosok social influencer yang menggunakan voice dan sosial medianya untuk menyuarakan isu-isu human interest. Semua itu jauh dari sikap memanfaatkan ataupun mencari keuntungan. Lewat sosial medianya mengajak followernya dan orang lain untuk berdonasi dalam sebuah program sosial, sungguh itu suatu kemuliaan.

"Kepahlawanan masa kini perlu dipupuk. Negara berkewajiban menciptakan iklim yang kondusif bagi tumbuh berkembangnya sikap sosial dan gerakan social volunteer warga negara," ujarnya.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement