Surabaya Inisiasi Wakaf Pertanian

Jumat , 12 Nov 2021, 05:05 WIB Reporter :Lida Puspaningtyas/ Redaktur : Esthi Maharani
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak dalam GRAND LAUNCHING WAKAF TANI: ERA BARU PERWAKAFAN DI BIDANG PERTANIAN  pada Rabu (10/11) yang bertepatan dengan Hari Pahlawan.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak dalam GRAND LAUNCHING WAKAF TANI: ERA BARU PERWAKAFAN DI BIDANG PERTANIAN pada Rabu (10/11) yang bertepatan dengan Hari Pahlawan.

IHRAM.CO.ID, SURABAYA -- Startup sektor pertanian Goolive Indonesia menginisiasi proyek wakaf kedaulatan pangan yang berkelanjutan. Inisiatif yang diberi nama Wakaf Tani ini berangkat dari mirisnya fakta di lapangan, bahwa ribuan aset wakaf kini menganggur dan tidak produktif.

 

Terkait

Founder Yayasan Wakaf Tani Abadi, Muhammad Rifai Gurning yang juga CEO Goolive Indonesia menjelaskan, Wakaf Tani akan berperan sebagai nazhir wakaf yang memiliki visi global. Inisiatif tersebut bertujuan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia melalui produktivitas dan pemeliharaan aset pertanian.

"Salah satu misinya adalah membebaskan lahan pertanian yang kedepannya akan dikelola dan diproduktifkan secara berkelanjutan," katanya dalam keterangan pers, Kamis (11/11).

Melalui dana wakaf yang terhimpun, Wakaf Tani akan mengembangkan proyek agrowisata, peternakan domba, dan perkebunan melon. Manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh petani saja, melainkan masyarakat sekitar area proyek.

Grand Launching Wakaf Tani yang dilaksanakan pada Hari Pahlawan diharapkan dapat semakin menggelorakan semangat juang untuk menjaga kedaulatan sektor pertanian Indonesia. Berdasarkan data Badan Wakaf Indonesia, total tanah wakaf di Indonesia mencapai 420 ribu hektar. Namun faktanya, hanya sekitar 10 persen saja yang baru dimanfaatkan dan dikelola.

Artinya, terdapat 378 ribu hektar tanah wakaf yang masih menganggur. Asumsinya jika harga tanah satu meter persegi adalah Rp 500 ribu, maka nilai tanah wakaf yang menganggur sebesar Rp 1.890 triliun.

Fakta potensi aset wakaf ini seharusnya memiliki peluang besar untuk mendorong kesejahteraan masyarakat Indonesia, salah satunya melalui pengembangan sektor pertanian. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak yang hadir saat peluncuran menyatakan, era baru perwakafan di bidang pertanian sangat bisa diwujudkan.

"Karena wakaf adalah sarana bagi umat Islam untuk mendapatkan amalan jariyah dan hal ini juga bisa disinergikan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya di bidang pertanian," katanya.

Semakin banyak pilihan untuk beramal baik melalui wakaf, maka semakin banyak pula pemberdayaan ekonomi yang dapat dilakukan. Adanya Wakaf Tani dapat memberikan ruang beramal, apalagi Jawa Timur termasuk provinsi yang agraris.

Ia berharap hadirnya Wakaf Tani dapat mengoptimalkan dua potensi sekaligus, yaitu potensi pertanian dan juga potensi wakaf. Sehingga berdampak bagi peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini