Aksi Pria Mesir Berangkat Umroh dengan Sepeda Motornya 

Senin , 15 Nov 2021, 09:46 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Pria Mesir sangat tertarik dengan rute umroh dengan sepeda motor. Berkendara motor (ilustrasi)
Pria Mesir sangat tertarik dengan rute umroh dengan sepeda motor. Berkendara motor (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, DUBAI –  Seorang pria Mesir berusia 64 tahun melakukan perjalanan dengan sepeda motor dari Kairo ke Makkah di Arab Saudi. Ia melakukan perjalanan panjang agar dapat melakukan umroh. 

 

Terkait

Ismail Abdel Latif Ibrahim Gawish melakukan perjalanan dengan sepeda motornya melalui darat yang menghabiskan enam hari. 

Baca Juga

Ia berencana melakukan umroh dan mengunjungi tempat-tempat suci di Makkah hingga Madinah, di mana ia ingin berdoa di Masjid Nabawi. 

Usianya yang sudah tidak muda bukan penghalang untuk mengambil pengalaman baru. Ia berani mengambil cara ini karena didorong hasrat mengendarai sepeda motor dan berpartisipasi dalam berbagai aksi unjuk rasa di dunia Arab. 

Sebagai anggota tim reli sepeda motor Mesir, Gawish diundang untuk berpartisipasi dalam reli Arab Solidarity March di Arab Saudi, yang melibatkan tim dari beberapa negara Arab.

 

Dia melakukan perjalanan dari Kairo dengan sepeda motornya, kemudian menggunakan penyeberangan feri ke Jeddah. Setelahnya, ia melakukan perjalanan lagi dengan sepeda motornya menuju Makkah. 

“Saya sangat bersemangat untuk melakukan perjalanan ribuan kilometer dari Kairo ke Makkah untuk melakukan umrah. Itu adalah perjalanan spiritual yang mengasyikkan,” katanya dikutip di //Gulf News//, Senin (15/11). 

Perjalanannya ini dimulai pada 31 Oktober, dan membutuhkan waktu berhari-hari untuk tiba di Kerajaan. Sebelumnya, ia telah menyiapkan izin yang diperlukan untuk perjalanan dan visa untuk memasuki Kerajaan. 

Gawish mengaku sangat senang dengan pengalaman uniknya mengunjungi Tanah Suci. “Saya bepergian dengan sepeda motor dari Kairo ke Makkah dan Madinah, di mana saya melakukan umroh, dan sekarang saya kembali ke Kairo. Salam dan penghargaan saya untuk Anda semua," ujarnya. 

Selama perjalanan ziarahnya, Gawish berpartisipasi dalam menjahit kain hitam penutup Ka'bah suci. Dia merasa terhormat mendapat kesempatan menjahit dua jahitan di penutup Ka'bah menggunakan benang perak yang dilapisi emas.  

 

Sumber: gulfnews   

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini